PADANG, ONTIME.ID — Gunung Marapi masih mengalami erupsi hingga Senin (23/1) meskipun intensitasnya terus menurun. Bahkan dari laporan PVMBG hingga pukul 18:30 WIB terekam empat kali erupsi.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Marapi, Ahmad Rifandi, menyebutkan, dari catatan dari pos pengamatan hingga pukul 18.30 WIB terekam ada 4 kali erupsi (proses). Untuk status, Gunung Marapi masih berada di level II (Waspada) sejak alami peningkatan pada 7 Januari lalu.
“Bahkan tercatat lebih dari 287 kali erupsi semenjak alami peningkatan semenjak 7 januari lalu,” ujarnya kepada ONTIME.ID Senin (22/1) di Padang.
Ahmad merincian, Sabtu (7/1) ada 15 kali erupsi, Minggu (8/1) ada 27 kali erupsi, Senin (9/1) ada 35 kali erupsi, Selasa (10/1) ada 34 kali erupsi, dan Rabu (11/1) ada 23 kali erupsi, Kamis (12/1) ada 24 kali erupsi.
Jumat (13/1) ada 19 kali erupsi, Sabtu (14/1) ada 31 kali erupsi, Minggu (15/1) ada 9 kali erupsi, Senin (16/1) ada 12 kali erupsi, Selasa (17/1) ada 13 kali erupsi, Rabu (18/1) ada 11 kali erupsi, Kamis (19/1) ada 6 kali erupsi.
Jumat (20/1) ada 6 kali erupsi, Sabtu (21/1) ada 7 kali erupsi, Minggu (22/1) ada 11 kali erupsi dan Senin (23/1) ada 4 kali erupsi (progres).
Dilanjutkan Ahamd, saat ini pihaknya masih terus memantau aktivitas Gunung Marapi. Namun karena cuaca berakbut kolom abu tidak teramati. “Kondisi saat ini berkabut disertai turun hujan, sehingga kawah tertutup kabut,” ujarnya.
Meski adanya penurunan intensitas erupsi, dikatakan Ahmad, PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung maupun wisatawan tidak mendaki kawah yang ada di kedua puncak gunung api itu dengan radius 3 kilometer dari kawah aktif. “Jadi, kepada masyarakat harus tetap waspada dan jauhi kawah dengan radius 3 kilometer,” katanya.
Sebelumnya, hujan abu vulkanis Gunung Marapi terjadi di Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Tanah Datar. Hujan abu dengan kadar tipis itu menerpa rumah warga dan areal perkebunan milik masyarakat.
“Benar, terjadi hujan abu. Dilaporkan tadi malam terjadi. Namun, abunya tipis-tipis,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar, Yusnen, Minggu (22/1).
Yusnen mengatakan, sesuai dengan instruksi Bupati Tanah Datar, Eka Putra maka diimbau warga untuk memakai masker. Kemudian, hasil pertanian dan perkebunan yang terkena abu diminta untuk dicuci sampai bersih.
“Hujan abu ini merupakan yang kedua sejak Gunung Marapi erupsi. Sebelumnya terjadi di Padang Laweh, Sungai Tarab,” ujar Yusnen.
Yusnen mengatakan, hujan abu terjadi karena arah angin menuju X Koto dan sekitarnya sehingga terjadi hujan abu. “Dulu itu ke arah Sungai Tarab. Jadi, sempat juga terjadi hujan abu, tapi tipis ya,” kata Yusnen. (*/red)













