AL KHOR, ONTIME.ID–Kejutan Maroko terhenti di semifinal Piala Dunia 2022. Namun Singa Atlas julukan timnas Maroko belum selesai, masih ada satu sejarah lagi yang bisa ditulisnya.
Prancis vs Maroko berlangsung di Al Bayt Stadium, Al Khor, Kamis (15/12) dalam lanjutan semifinal Piala Dunia 2022. Tim Ayam Jantan menang 2-0 lewat gol Theo Hernandez dan Randal Kolo Muani di masing-masing babak. Prancis selanjutnya dapat tiket ke final Piala Dunia 2022 untuk hadapi Argentina pada Minggu (18/12). Sementara Maroko akan hadapi Kroasia sehari sebelumnya untuk perebutan tempat ketiga.
Duel Kroasia vs Maroko akan digelar di Khalifa International Stadium, Doha pada Sabtu (17/12) pukul 22.00 WIB. Kedua tim sudah pernah bertemu sebelumnya di fase grup dengan skor akhir 0-0. Kroasia yang dikalahkan Argentina, belum kibarkan bendera putih. Luka Modric dkk masih mau finis dengan prestasi terbaik di Piala Dunia 2022 ini.
Dilansir dari BBC, Maroko juga berpeluang membuat sejarah baru untuk wakil Afrika. Sebelumnya ketika mencapai babak semifinal, itu sudah jadi sejarah tersendiri. Maroko jadi tim pertama dari Afrika yang mencapai babak semifinal Piala Dunia. Sebelumnya Kamerun (1990), Senegal (2002), dan Ghana (2010) cuma finis di perempatfinal.
Kini Singa Atlas bisa catatkan sejarah baru lagi, sebagai tim Afrika yang finis di peringkat ketiga Piala Dunia. Didier Drogba, eks striker Pantai Gading mendukung Maroko untuk mencapai sejarah baru itu. Menurutnya, Maroko sudah tampil luar biasa di Piala Dunia 2022 dan sekali lagi Drogba mau Maroko bikin bangga Afrika. “Maroko masih punya peluang untuk bikin sejarah dengan finis di tempat ketiga. Mereka sudah luar biasa sejauh ini,” terangnya dilansir dari BBC
Pelatih Maroko Walid Regragui melihat anak-anak asuhnya sudah berupaya maksimal dan ia tak mau beralasan absennya sejumlah pemain kunci. “Kami memberikan yang maksimal, itulah yang terpenting. Kami mengalami sejumlah cedera, kami kehilangan Aguerd saat pemanasan, lalu Saiss, Mazraoui. Tapi, enggak ada alasan,” ujarnya dikutip BBC.
Dirinya mengakui kalau anak asuhnya tidak bermain dengan terlalu efektif. “Kami mesti membayar karena kesalahan tipis. Kami tak memasuki pertandingan dengan baik, kami terlalu boros hal-hal teknis di babak pertama, dan gol kedua membunuh kami. Tapi itu tak merenggut semua hal yang kami lakukan sebelumnya,”ujarnya. (*/red)













