Peristiwa

Solusi Kebutuhan Material Proyek Jalan Tol dan Menjawab Keresahan Warga Parak Buruk Batipuh Panjang

379
×

Solusi Kebutuhan Material Proyek Jalan Tol dan Menjawab Keresahan Warga Parak Buruk Batipuh Panjang

Sebarkan artikel ini
Tol
Menjawab Keresahan Warga Parak Buruk dan Anak Air serta Mencari Solusi Percepatan Pembangunan Tol Padang-Sicincin

PADANG, ONTIME.ID – PEMBANGUNAN infrastruktur sedang dilakukan di beberapa wilayah di Sumatra Barat maupun di luar. Seperti saat ini Pembangunan jalan tol yang dilakukan pemerintah dari wilayah Kota Padang – Pekanbaru.

Sebenarnya proyek infrastruktur ini sangatlah bagus untuk pemerataan kesenjangan sosial dan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. Sebagaimana dapat memperlancar lalu lintas di daerah yang telah berkembang. Meningkatkan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk pertumbuhan ekonomi. Dibeberapa wilayah dilakukan Pembangunan jalan tol agar wilayah dapat berkembang lebih maju.

Namun pengambilan material tol Padang sicincin yang berlokasi di Parak Buruk Batipuh Panjang mendapat penolakan warga setempat yang katanya ilegal.

Seperti yang terjadi baru-baru ini demo yang dilakukan warga anak air Kelurahan Batipuh Panjang yang mengeluhkan pemgambilan material untuk pengerjaan jalan tol diwilayah tersebut.

Padahal seorang pemilik tanah yang juga ikut melaksanakan penggalian sudah dikatakan bahwa ini dilakukan untuk membantu percepatan pembangunan tol dan juga untuk meluruskan sungai Batang Kandis.

Sungai Batang Kandis yang  sebelumnya berliku dan selalu menyebabkan arus air tidak lancar ke hilir juga dalam hal penggalian ada reklamasi yang telah dilaksanakan tidak meninggalkan lubang yang menganga, kecuali lubang untuk meluruskan Sungai Batang Kandis tersebut.

Salah satu warga anak air mengatakan bahwa, “sebagai warga Sumbar kita tidak mau ketinggalan dalam hal percepatan pembangunan seperti yang sudah dilakukan oleh provinsi  tetangga yang mana masyarakatnya menerima dengan legowo pembangunan jalan tol tersebut”.

Selanjutnya penggalian ini dilakukan untuk menjawab keresahan sebagian warga Parak Buruk dan warga Anai Air dimana setiap banjir tanah mereka selalu terban kedalam sungai karena bentuk sungai yang berliku. Pekerjaan penggalian tersebut sudah disetujui oleh pemilik lahan dan pemakaian akses jalan sudah disetujui oleh Ninik Mamak kaum keluarga di Anak Air Batipuh Panjang. (pur)