Pada kesempatan ini, Oliveira benar-benar menunjukkan kemampuannya dalam melibas lintasan basah. Memulai race dari posisi start ketujuh, dia memaksimalkan kesempatan yang ada hingga kemudian melewati para pembalap lain dan menguasai posisi pertama.
Kesempatan Oliveira dalam menguasai balapan terjadi pada awal-awal perlombaaan. Karena situasi lintasan yang basah dan hujan yang masih turun, para pembalap terlihat ragu dan berhati-hati dalam memacu kuda besi tunggangannya.
Momentum ini pun dimanfaatkan dengan baik oleh pembalap bernomor 88 tersebut. Sejak awal-awal balap, pembalap asal Portugal itu langsung melesat dan meninggalkan pembalap lain jauh di belakangnya.
Persaingan sengit justru terjadi pada saat perebutan posisi di bawahnya. Persaingan posisi kedua pada akhirnya dimenangkan oleh Fabio Quartararo yang sempat menempati urutan pertama. Dia mencatatkan waktu dengan selisih 2,205 detik dari Oliveira.
Quartararo memulai race dengan posisi start pertama. Akan tetapi, dia sempat kehilangan momentum pada pertengahan balapan dan bahkan sempat terlempar ke posisi ketujuh.
Akan tetapi, setelah mulai terbiasa dengan lintasan yang basah, pembalap Monster Energy Yamaha itu kembali ke persaingan di barisan depan. Posisi ketiga diisi oleh Johann Zarco dari tim Pramac Racing dengan waktu 0,953 detik lebih lambat dari Quartararo.
Pada awalnya, banyak yang memperkirakan kalau seri GP Mandalika ini akan berjalan dengan ‘membosankan’. Ini karena lintasan dalam kondisi yang sangat basah setelah hujan deras selama lebih kurang dua jam.
Apalagi sebelumnya para pembalap menyatakan bahwa Mandalika merupakan sirkuit yang sangat sulit untuk melakukan overtake. Karenanya, banyak race akan berjalan monoton tanpa banyak aksi-aksi yang menegangkan.
Akan tetapi, nyatanya, balapan berjalan dengan sengit. Khususnya di posisi menengah. Para pembalap memang tetap berhati-hati. Ini terlihat dari kecepatan maksimal yang jarang menyentuh angka 300 km/jam.
Padahal, pada saat latihan dan kualifikasi, rata-rata rider mencatatkan kecepatan maksimal di atas 300 km/jam. Meskipun begitu, para pembalap MotoGP ini tetap memacu gas dan memberikan penampilan terbaiknya.
Balapan baru dimulai pukul 16.15 WITA. Start sempat mundur dari jadwal yang seharusnya 15.00 WITA lantaran hujan deras. Pihak penyelenggara juga memutuskan untuk mengurangi jumlah lap dari 27 menjadi hanya 20.
Presiden Joko Widodo
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), berterima kasih kepada semua pihak yang membantu suksesnya gelaran MotoGP Mandalika. Jokowi siap mengevaluasi hal-hal yang dirasa perlu.
“Memang masih ada hal-hal yang perlu dievaluasi, diperbaiki, saya kira ini event jangka panjang,” kata Jokowi usai balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Minggu (20/3).
Jokowi berjanji melakukan perbaikan MotoGP Mandalika apabila ada kekurangan. Jokowi menegaskan MotoGP Mandalika adalah gelaran jangka panjang. “Tahun depan akan kita perbaiki lagi apabila ada kekurangan-kekurangan,” katanya.
Jokowi pun mengucapkan selamat kepada semua pihak. “Dan saya ingin menyampaikan selamat kepada semuanya. Selamat,” kata Jokowi.
Jokowi sebelumnya naik ke podium di Sirkuit Mandalika. Jokowi menyerahkan trofi ke Miguel Oliveira selaku pemenang MotoGP Mandalika 2022.
Dalam siaran langsung yang dilihat detikcom, Miguel Oliveira mengungguli pebalap lainnya yaitu Fabio Quartararo yang finish di posisi kedua. Di posisi selanjutnya ada Johann Zarco dan Jack Miller.
Oliveira menjadi yang tercepat dalam 20 lap di Sirkuit Mandalika. Dia menjadi juara dengan catatan waktu 33 menit 27,223. Awalnya Oliveira, Quartararo dan Zarco naik ke podium. Setelah itu, Jokowi yang mengenakan jaket bermotif G2O menyerahkan trofi ke para pemenang.
Sirkuit Mandalika
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan menyebut, anggaran negara sebesar Rp2,49 triliun dikucurkan untuk membiayai pembangunan sirkuit Mandalika di Lombok, NTB.
“MotoGP Indonesia resmi dimulai, mau tahu gak peran APBN dalam momentum bersejarah ini?” tulisnya lewat akun Instagram @ditjenkn, Sabtu (19/3).
DJKN merinci APBN yang diinvestasikan dibagi dalam tiga kali pembiayaan.
Pertama, penanaman modal negara (PMN) dan non tunai kepada Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) berupa lahan dan pembiayaan pembangunan infrastruktur dasar senilai Rp1,3 triliun.
Kedua, pengalokasian APBN melalui anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) untuk pembangunan sarana dan prasarana di sekitar sirkuit Mandalika sebesar Rp1,18 triliun.
Salah satunya seperti yang dikatakan Kemenhub pada Februari lalu. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp21,25 miliar.
Anggaran itu digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari pembangunan halte bus, penerangan jalan umum, hingga rekayasa lalu lintas selama gelaran balapan motor tersebut berlangsung.
Sementara itu, pembiayaan APBN yang ketiga adalah pemberian fasilitas kepabeanan dan perpajakan impor barang modal dalam rangka pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika senilai Rp12,75 miliar.
Selain itu, DJKN juga memberikan kemudahan prosedural kepabeanan dan perpajakan di kawasan KEK Mandalika. (red)













