MALAYSIA, ONtime.ID — Gejolak melanda sepak bola Malaysia. Di tengah ancaman sanksi berat dari FIFA, Komite Eksekutif Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dikabarkan mempertimbangkan pengunduran diri secara massal.
Namun, para pengamat menilai langkah tersebut kecil kemungkinan mampu melunakkan sikap FIFA yang dikenal tegas menjaga reputasinya sebagai otoritas tertinggi sepak bola dunia.
Isu pengunduran diri kolektif petinggi FAM mencuat seiring proses hukum skandal pemalsuan dokumen yang menyeret tujuh pemain naturalisasi Malaysia. Kasus ini masih bergulir di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dan menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan sepak bola nasional Negeri Jiran.
Sebagian kalangan melihat rencana mundur massal itu sebagai sinyal itikad baik. Harapannya, FIFA dapat mempertimbangkan keringanan hukuman dan menghindari opsi paling ekstrem, yakni skorsing federasi.
Analis olahraga Malaysia, Dr. Pekan Ramli, menilai langkah tersebut bisa dibaca sebagai bentuk pengorbanan kolektif.
“Pengunduran diri petinggi FAM dapat dianggap sebagai usaha menunjukkan tanggung jawab moral. Ini mungkin dimaksudkan untuk mempengaruhi FIFA agar tidak menjatuhkan sanksi yang lebih berat,” ujarnya kepada Berita Harian.
Namun, pandangan itu langsung menuai bantahan keras. Mantan Wakil Presiden FAM, Seri Ridzuan Sheikh Ahmad, menegaskan bahwa FIFA tidak akan mudah tersentuh oleh manuver politik internal federasi.
“FIFA perlu melindungi reputasinya sendiri,” tegas Seri Ridzuan.
“Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia sepak bola, saya tahu FIFA sangat teguh. Mereka akan mempertahankan kewibawaan sebagai badan pengatur sepak bola global.”
Menurutnya, pengunduran diri pengurus bukanlah faktor penentu dalam pengambilan keputusan FIFA, terutama jika menyangkut pelanggaran serius yang mencederai integritas kompetisi.
Sementara itu, media Malaysia melaporkan bahwa Komite Eksekutif FAM masih mengkaji berbagai opsi. Pelaksana Tugas Presiden FAM, Mohd Yusoff Mahadi, memastikan belum ada keputusan resmi terkait pengunduran diri massal.
“Belum ada keputusan. Kami masih melakukan pertemuan dan pembahasan secara mendalam,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, FIFA telah menjatuhkan sanksi awal kepada FAM dan tujuh pemain naturalisasi yang terlibat, berupa denda serta larangan bermain selama 12 bulan. Tak hanya itu, tiga laga uji coba internasional Timnas Malaysia dianulir dan dinyatakan kalah 0-3, yang berdampak langsung pada anjloknya peringkat Harimau Malaya di ranking FIFA.
Kini, kekhawatiran terbesar muncul jika banding di CAS berakhir buntu. Para pengamat menilai FIFA masih memiliki ruang untuk menjatuhkan hukuman lebih keras, termasuk opsi penangguhan keanggotaan FAM.
Nasib sepak bola Malaysia pun berada di persimpangan genting. Mundur massal atau bertahan, keputusan FAM tampaknya tak akan mudah mengubah sikap FIFA yang sedang mempertaruhkan kredibilitas globalnya. (*)













