PADANG PARIAMAN, ONTIME.ID—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman menerima hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) RI dengan total mencapai Rp29.642.023.800. Hibah tersebut berasal dari Dana Rehab-Rekon BNPB untuk daerah terdampak bencana.
Dana itu akan digunakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi jalan serta jembatan yang rusak akibat bencana alam di Padang Pariaman, mulai dari Jalan Sikayan Ruas Jambak-Lubuk Simantung, Kecamatan Lubuk Alung; Bendungan/Cekdam Sungai Limau, Kecamatan Sungai Limau; hingga Jembatan Pinjauan, Kecamatan Sungai Limau.
Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur melalui Kepala Dinas Kominfo Padang Pariaman, Zahirman mengatakan, BNPB mengibahkan dana untuk rehabilitasi jalan dan jembatan rusak yang berada di pinggir sungai.
“Alhamdulillah berkat kegigihan Bupati dan pihak terkait, kita bisa menggaet bantuan. Padang Pariaman menjadi satu-satunya kabupaten penerima hibah dari BNPB di Sumatera Barat dengan jumlah bantuan terbesar,” ujar Zahirman kepada ONtime.ID saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/10).
Ia menjelaskan, dana hibah sebesar Rp29 miliar tersebut diperuntukan bagi tiga lokasi pembangunan, yaitu rekonstruksi Bendungan/Cekdam Sungai Limau sebesar Rp19,6 miliar; rekonstruksi Jembatan Pinjauan sebesar Rp4,4 miliar; dan rekonstruksi Jalan Sikayan Ruas Jambak-Lubuk Simantung sebesar Rp5,5 miliar. “Memasuki triwulan III ini progres Jalan Sikayan telah mencapai 73,07 persen, Bendungan Sungai Limau 37,50 persen, dan Jembatan Pinjauan 68, 36 persen,” ujarnya.
Ia berharap, akhir tahun ini pelaksanan proyek tersebut selesai sehingga masyarakat sudah bisa menikmatinya pembangunan tersebut. Sebelumnya, Jalan Sikayan Ruas Jambak -Lubuk Simantung tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, hanya kendaraan roda dua. Sehingga masyarakat yang tinggal di daerah Sikayan, Salibutan, dan sekitarnya harus memarkir kendaraan roda empatnya di dekat Bendungan Anai, lalu menaiki motor baru bisa sampai ke rumahnya.
Salah seorang tokoh masyarakat Sikayan, Subhari Rahmat berharap pengerjaan jalan tersebut maksimal dan selesai sesuai dengan kontrak. “Jalan ini merupakan jalan untuk untuk pergi Sikayan dan Salibutan, sehingga apabila jalan ini selesai maka perekonomian akan hidup. Saat ini hanya kendaraan roda dua yang bisa lewat karen jalan sudah kerkikis aliran sungai Batang Anai,” ujar Subhari kepada ONtime.ID, di Bendungan Anai, Sabtu (7/10) lalu.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Padang Pariaman dan BNPB yang telah menghibahkan bantuan sehingga jalan yang rusak akibat hujan deras dapat diperbaiki tahun ini. (vand)













