Menurutnya, deteksi suspek juga perlu dilakukan agar pelayanan kesehatan bisa diberikan secara berjenjang.
“Semestinya kasus awal dideteksi di puskesmas dulu, kemudian kalau tidak mampu dirujuk rumah sakit. Kalau rumah sakit tipe C tidak bisa, baru rujuk ke tipe B, lalu tipe A,” kata Masdalina.
“Masalahnya kasus datang langsung ke rumah sakit tidak ke puskesmas dan dalam keadaan berat,” ucapnya. (*/red)













