PELALAWAN, ONtime.ID – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus digencarkan melalui patroli udara terpadu yang disertai peninjauan langsung ke titik-titik kebakaran di wilayah Kabupaten Pelalawan.
Langkah ini menjadi bagian dari percepatan pengendalian karhutla yang dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan peningkatan, khususnya di kawasan gambut.
Kegiatan tersebut melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, hingga pemerintah daerah. Dengan memanfaatkan helikopter Polri, tim gabungan menjangkau area rawan dan lokasi terdampak yang sulit diakses melalui jalur darat, terutama lahan gambut yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi.
[irp posts=”35268″ ]
Patroli udara ini diikuti oleh Karo Ops Polda Riau Kombes Pol. Ino Haryanto, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. Ketut, serta Asops Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf. Rendra D.A., S.E., M.Han. Turut hadir Kapolres Pelalawan AKBP Jhon, Bupati Pelalawan H. Zukri Misran, S.E., serta tokoh masyarakat Azairus Adlu.
Fokus utama kegiatan diarahkan pada titik kebakaran di Desa Mutiara Gambut, Kecamatan Pelalawan. Wilayah ini menjadi perhatian serius karena karakteristik kebakarannya berupa api bawah permukaan (ground fire) yang sulit dideteksi dan dipadamkan secara konvensional.
Di lokasi tersebut, tim gabungan melakukan pemadaman langsung sekaligus mengevaluasi kesiapan Satgas Darat yang telah bekerja lebih dari sepekan. Selain pemadaman, operasi kanalisasi atau pembuatan sekat kanal menjadi strategi utama dalam pengendalian kebakaran.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa kanalisasi berfungsi menjaga tinggi muka air di lahan gambut agar tetap basah. Langkah ini krusial untuk menekan potensi penyebaran api di bawah permukaan yang kerap luput dari pengamatan visual. Sementara itu, proses pemadaman dilakukan secara berkelanjutan melalui metode pembasahan intensif pada area terdampak.
[irp posts=”35265″ ]
Kolonel Inf. Rendra D.A. menegaskan bahwa penanganan karhutla di lahan gambut membutuhkan pendekatan khusus dan konsistensi tinggi. Ia menyebut, api pada gambut dapat bertahan lama di bawah permukaan sehingga tidak cukup hanya dengan pemadaman di permukaan.
“Menjaga kelembaban lahan melalui kanalisasi menjadi kunci utama selain pemadaman,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kombes Pol. Ino Haryanto menegaskan bahwa patroli udara ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh personel bekerja secara optimal dan terkoordinasi. Ia juga menekankan pentingnya percepatan penanganan agar kebakaran tidak meluas.
Selain melakukan evaluasi, rombongan juga memberikan motivasi kepada personel Satgas Darat yang terus berjibaku di lapangan. Aspek keselamatan menjadi perhatian utama di tengah medan berat dan kondisi panas ekstrem.
Bupati Pelalawan, Zukri Misran, menyampaikan apresiasi atas sinergi TNI-Polri dalam membantu pemerintah daerah. Ia menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk terus mendukung penanganan karhutla, termasuk melalui penguatan koordinasi dan penyediaan sarana prasarana.
Kegiatan ini menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor dengan fokus pada pemadaman efektif, pengendalian karakteristik lahan gambut, serta pencegahan dini.
[irp posts=”35262″ ]
Dengan langkah terpadu yang terus diperkuat, diharapkan potensi karhutla di Riau, khususnya di Kabupaten Pelalawan, dapat dikendalikan secara optimal dan tidak berkembang menjadi bencana kabut asap yang merugikan masyarakat luas. (Edy/Hms)













