PADANG, ONtime.ID — Proyek Pembangunan Sistem Drainase Perkotaan Paket 1 di Palarik, tepatnya di belakang RS Siti Rahmah, patut dipertanyakan mutu dan kualitasnya.
Pasalnya, proyek senilai Rp1,02 miliar yang dikerjakan CV Manggis Jasa Konstruksi dari APBD Kota Padang 2025 ini diduga kuat dikerjakan asal jadi.
Berdasarkan pantauan langsung ONtime.ID di lapangan memperlihatkan kondisi yang mencengangkan. Plesteran saluran drainase tampak bergelombang dan tidak rata. Pengecoran plat duiker keropos, berlubang seperti kipang, bahkan tulangan besi terlihat jelas di permukaan beton.
[irp posts=”33630″ ]
Temuan ini mengindikasikan mutu beton buruk, metode kerja serampangan, serta kuat dugaan pengurangan kualitas material.
Ketebalan plat duiker yang berbeda-beda semakin menguatkan dugaan bahwa pekerjaan tidak mengacu pada gambar kerja dan spesifikasi teknis yabg tertuang dalam kontrak. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menimbulkan kerusakan dini dan kegagalan struktur, sementara anggaran yang digelontorkan mencapai miliaran rupiah.

Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan apakah pengawasan dari konsultan pengawas CV. Roda Padati Konsultan dan Dinas PUPR Kota Padang benar-benar bekerja, atau sekadar formalitas administrasi?
Dalam proyek pemerintah, beton keropos dan besi terlihat seharusnya menjadi alasan mutlak penolakan pekerjaan.
[irp posts=”33627″ ]
Tak hanya mutu fisik, status PHO proyek ini juga perlu dipertanyakan. Jika pekerjaan dengan kondisi seperti ini sudah dilakukan PHO, maka integritas pemeriksaan patut dipertanyakan. Sebaliknya, jika belum PHO, mengapa pekerjaan yang diduga cacat mutu ini dibiarkan begitu saja?
Informasi lain yang beredar menyebutkan proyek ini diduga melewati tahun anggaran. Ditambah lagi, asal-usul material batu yang digunakan dalam pekerjaan ini ikut dipertanyakan legalitasnya.
Upaya konfirmasi kepada Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Padang, Ikhsanul Rizki, yang diduga merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) hingga kini belum mendapat respons. Sikap bungkam tersebut justru semakin memperkuat kecurigaan publik bahwa ada persoalan serius yang sedang ditutupi.
Drainase merupakan infrastruktur vital. Jika sejak awal sudah dibangun dengan kualitas tidak baik, maka bukan hanya potensi kerugian keuangan daerah yang mengancam, tetapi juga keselamatan dan kenyamanan warga.
[irp posts=”33621″ ]
Masyarakat berharap kondisi proyek seperti ini menjadi atensi bagi aparat penegak hukum untuk segera mengusutnya. (tim)













