PASAMAN, ONtime.ID — Pemerintah Kabupaten Pasaman terus memperkuat sektor pertanian melalui program unggulan layanan Bajak Gratis bagi petani padi sawah. Program yang mulai berjalan sejak Mei 2025 itu menjadi salah satu prioritas pemerintahan Bupati Welly Suhery bersama Wakil Bupati H. Parulian dalam mendorong kesejahteraan petani kecil di daerah tersebut.
Program tersebut diuji coba perdana di hamparan sawah masyarakat Nagari Jambak, Kecamatan Lubuk Sikaping, dan mendapat respons positif dari petani yang selama ini terbebani tingginya biaya produksi pertanian.
Bupati Welly Suhery menegaskan, program Bajak Gratis merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
“Alhamdulillah, ini bentuk kepedulian pemerintah kepada petani kita. Program ini disusun untuk menjawab kebutuhan petani kurang mampu,” ujar Welly saat peluncuran program di Nagari Jambak, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, layanan tersebut diperuntukkan bagi petani penggarap maupun pemilik lahan yang masuk kategori penerima manfaat sesuai ketentuan pemerintah daerah. Ia juga meminta agar program tidak dipersulit sehingga benar-benar dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
“Kita tentu menginginkan seluruh petani padi sawah dapat terakomodir dalam program ini, namun pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Di tengah tingginya biaya produksi pertanian, program Bajak Gratis dinilai menjadi angin segar bagi petani Pasaman. Selama ini, sebagian petani harus mengeluarkan biaya besar hanya untuk pengolahan lahan sebelum musim tanam dimulai.
Untuk memperkuat pelayanan, Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Pertanian juga tengah menyiapkan inovasi digital berupa aplikasi “BAGUS” atau Bajak Gratis Untuk Semua.
Kepala Dinas Pertanian Pasaman, Prasetyo mengatakan, aplikasi tersebut telah selesai dikembangkan dan akan segera memasuki tahap uji coba serta soft launching.
“Aplikasi BAGUS saat ini diprioritaskan bagi petani kategori Desil 1. Di luar kategori tersebut sistem otomatis tidak dapat login dan akan muncul penjelasan penolakan,” jelasnya.
Pendaftaran program dijadwalkan dimulai Mei 2026 dengan target pelaksanaan tanam serentak pada Juni 2026. Dalam masa persiapan, Dinas Pertanian juga menyusun standar operasional pelayanan mulai dari pendaftaran hingga proses pembajakan sawah.
Selain itu, pemerintah daerah akan melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di seluruh wilayah Pasaman guna membantu masyarakat mengakses aplikasi BAGUS, terutama petani yang belum terbiasa menggunakan layanan digital.
“Kita ingin masyarakat tidak kesulitan menggunakan aplikasi. Karena itu, PPL akan membantu proses pendaftaran petani di lapangan,” terang Prasetyo.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pasaman juga mulai menyoroti persoalan distribusi pupuk bersubsidi yang selama ini menjadi keluhan petani.
Dalam rapat bersama kepala OPD dan camat di Balerong Anak Nagari, Bupati Welly Suhery mengungkap adanya dugaan penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi yang diduga tidak tepat sasaran.
“Kita menerima informasi ada pupuk bersubsidi yang dikirim keluar daerah dan bukan untuk petani kita,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena selama ini banyak petani kecil mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, sementara distribusi pupuk diduga justru dinikmati kelompok tertentu yang memiliki lahan luas.
Welly meminta dinas terkait segera melakukan pendataan ulang penerima pupuk agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan pihak tertentu.
“Bisa saja yang mengambil pupuk bersubsidi itu orang yang memiliki puluhan hektare lahan, sehingga petani kecil tidak terakomodir,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Pasaman, Prasetyo membenarkan masih adanya kendala dalam distribusi pupuk bersubsidi. Salah satu persoalan yang ditemukan yakni masih adanya kelompok tani yang menolak menerima anggota baru.
“Masih banyak petani yang belum terakomodir karena kelompok tani yang ada tidak mau menerima anggota baru,” katanya.
Padahal, menurut Prasetyo, satu kelompok tani dapat menampung hingga 125 anggota, sementara saat ini rata-rata kelompok tani hanya berisi sekitar 25 orang.
Untuk tahun 2025, alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Pasaman tercatat sebanyak 2.281 ton pupuk urea dan 1.695 ton pupuk NPK. Sedangkan tahun 2026, Kementerian Pertanian mengalokasikan 13.042 ton pupuk urea, 15.945 ton pupuk NPK, 52 ton NPK formula khusus, serta 55 ton pupuk organik untuk Kabupaten Pasaman.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Pasaman, Yudesri menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi pupuk bersubsidi dan meminta aparat penegak hukum ikut melakukan pengawasan.
Ia juga meminta pemerintah nagari aktif memberikan pemahaman kepada kelompok tani agar membuka akses bagi petani baru demi pemerataan penerima pupuk bersubsidi di Kabupaten Pasaman.
Program Bajak Gratis dan pembenahan distribusi pupuk bersubsidi kini menjadi ujian serius bagi Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam memastikan kebijakan pertanian benar-benar berpihak kepada petani kecil, bukan hanya sekadar program seremonial di atas kertas. (Agus W)













