Politik

Penanganan Stunting Dapat Perhatian Ketua DPRD Sumbar

163
×

Penanganan Stunting Dapat Perhatian Ketua DPRD Sumbar

Sebarkan artikel ini
Stunting
Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat melakukan reses perorangan di Nagari Sialang , Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis (25/1).

LIMA PULUH KOTA, ONTIME.ID- Sebanyak 59 anak di Nagari Sialang, Kabupaten Lima Puluh Kota mengalami stunting. Hal ini menimbulkan keprihatinan dari Ketua DPRD Sumbar, Supardi.

Supardi meminta Wali Nagari Sialang agar mengusulkan  proposal pembangunan jamban sehat bagi warga kurang mampu untuk menekan angka stunting di nagari tersebut, sehingga nantinya dapat dibahas dalam Anggaran Belanja Perubahan Tahun 2024

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat melakukan reses perorangan di Nagari Sialang , Pasar Nagari Sialang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis (25/1).

Supardi mengatakan, dari laporan kepala Pukesmas Nagari Sialang ada lebih separoh masyarakat di sana tidak memiliki jamban sehat, dimana hal ini berakibat terjadinya kehidupan yang kurang sehat adanya stunting di daerah tersebut.

“Kita akan proses pengadaan jamban sehat bagi masyarakat kurang mampu nagari Sialang ini baik melalui APBD perubahan maupun CSR Bank Nagari cabang Kabupaten Lima Puluh kota,” ujarnya.

 

Selain di Nagari Sialang, Supardi juga melaksanakan reses di Nagari Durian Tinggi Kapur IX. Di daerah itu masyarakat menyampaikan aspirasi untuk usulan pembangunan infrastruktur jalan menuju Nagari Sialang yang kurang kondusif. Atas hal ini, ia juga meminta masyarakat agar menyiapkan usulan proposal pembangunan infrastruktur jalan tersebut, sehingga nantinya bisa dibahas dengan dinas BMCKTR Sumbar .

Supardi juga mengingatkan aspirasi masyarakat yang merupakan kewenangan pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota  wali nagari agar menyampaikan kepada bupati dan OPD terkait, sehingga semua persoalan pembangunan tersebut dapat tertangani dengan cepat.

Sementara itu, Kepala Pukesmas Nagari Sialang Kapur IX  kabupaten Lima Puluh Kota dr.Rara dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa masih ada anak sebanyak 59 orang anak mengalami stunting di Nagari Sialang.

“Angka 59 anak stunting ini jumlah yang cukup besar, perlu diantisipasi lebih awal.  Kondisi anak stunting ini disebabkan 50 persen kondisi jamban tak sehat masyarakat Nagari Sialang. Masyarakat perlu dukungan untuk pembangunan jamban sehat ini,” pintanya.  (vand)