Peristiwa

Pengerjaan Proyek Bandar Situgar Timbulkan Masalah Baru, Lahan Petani Butuh Air Terancam Gagal Panen

128
×

Pengerjaan Proyek Bandar Situgar Timbulkan Masalah Baru, Lahan Petani Butuh Air Terancam Gagal Panen

Sebarkan artikel ini
Irigasi
Saluran air yang mengliri puluhan hektar lahan pertanian distop untuk lebih kurang 150 hari masa pengerjaan proyek. / Plang proyek CV. Baja Mas

TANAH DATAR, ONtime.ID — Pelaksanaan pekerjaan proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Bandar Situgar atau disebut juga dengan  Bandar Gurun Jorong Situgar, Nagari Tanjung Bonai, kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar munculkan permasalahan serius, terkait saluran air ditutup dan hamparan sawah butuh air terancam kekeringan dan gagal panen.

‎Pantaun ONtime.ID, Sabtu (12/09) dilokasi proyek D.I  Bandar Situgar, pekerjaan rekanan dengan pelaksana CV.Baja Mas sesuai dengan Nomor Kontrak : 600.2.10.2/53/SP/RJIP-TKD/PUPR-2026 tertanggal 3 Agustus 2026, saat ini tengah berlangsung pada bagian “Kapalo bandar”, akibatnya saluran air sudah dimatikan dan puluhan hektar lahan petani dengan kondisi tanaman padi saat ini sangat membutuhkan air terancam gagal panen.

‎Diperkirakan pekerjaan akan berlangsung lebih kurang 150 hari kalender yang saat ini baru pada fase 15-20 persen itu paling banyak.

‎Dan terang saja lahan petani yang sangat membutuhkan air pasca pemberian pupuk ini akan terancam gagal panen.

‎Demikian disampaikan oleh  salah seorang tokoh masyarakat Situgar kepada ONtime.ID, Sabtu (12/09) saat mengunjungi lokasi proyek.

Lahan petani yang butuh air saluran terancam gagal panen akibat aliran Bandar Gurun /Bandar Situgar dihentikan selama masa pengerjaan proyek

‎‎Material Tak Berizin Jadi Sorotan

‎‎Sementara itu dari pantauan ONtime.ID di lokasi proyek rekanan pelaksana dari CV.Baja Mas dengan nilai kontrak Rp.700 juta lebih ini diduga menggunakan material pasir putih yang tidak direkomendasikan untuk pekerjaan pasangan batu proyek pemerintahan, saat ini pelaksanaan masih berada pada posisi tahapan pekerjaan pasangan di Kapalo Bandar.

‎Terkait material batu dan pasir yang dipergunakan, khawatir pihak rekanan akan menggunakan material Illegal berupa batu serta material pasir putih yang tidak direkomendasikan untuk kegiatan proyek.

‎Hasil investigasi ONtime.ID dilapangan, diduga karena pekerjaan jauh dari pusat ibukota Kabupaten Tanah Datar, rehabilitasi DI.Bandar Situgar dengan sumber dana dari dana TKD, khawatir akan dikerjakan secara “serampangan” dan berdampak kepada mutu dari pekerjaan mengingat pihak pengawas tidak sering mendatangi lokasi proyek.

‎Dari sumber yang dapat dipercaya, lebih kurang satu Minggu yang lalu, sejumlah pekerjaan banyak yang mundur sebagai pekerja proyek TKD ini.

‎Masih menurut sumber, para pekerja dari kegiatan ini sudah terjadi Gonta ganti pekerja dengan alasan tidak cukupnya gaji yang diterima para pekerja. [TIM]

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID