PASAMAN, ONtime.ID – Pemerintah Kabupaten Pasaman mulai menggeser arah pembangunan yang tidak lagi semata berorientasi pada proyek fisik. Di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian, investasi terbesar kini diarahkan pada pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan kreativitas, inovasi, dan daya saing generasi muda.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Program Unggulan Pekan Kreativitas Anak Nagari (PKAN), sebuah program strategis yang dirancang menjadi wadah pengembangan potensi anak muda hingga ke seluruh nagari di Kabupaten Pasaman.
Pemerintah menilai, keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup diukur dari berdirinya infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menciptakan generasi yang mampu bersaing, berwirausaha, menguasai teknologi, sekaligus tetap menjaga identitas budaya daerah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Kabupaten Pasaman, Teddy Marta, mengatakan PKAN merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Welly–Parulian untuk memperkuat kapasitas generasi muda sebagai motor pembangunan nagari.
“PKAN hadir sebagai ruang besar bagi anak-anak muda Pasaman untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, keterampilan, hingga potensi ekonomi berbasis nagari,” ujar Teddy Marta saat konferensi pers di Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman.
Dalam kesempatan itu, Teddy didampingi Sekretaris DPM Yossi Nasution.
Menurutnya, PKAN tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi dirancang sebagai ekosistem pembinaan yang menyentuh berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, seni budaya, olahraga, kewirausahaan, literasi, teknologi digital, hingga pengembangan ekonomi kreatif.
“Program ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan akar budaya yang menjadi identitas daerah,” katanya.
Bangun Kreativitas hingga Tingkat Nagari
Melalui PKAN, Pemerintah Kabupaten Pasaman mendorong setiap nagari memiliki ruang yang mampu menjadi pusat aktivitas kreatif generasi muda.
Berbagai kegiatan diarahkan untuk melahirkan anak-anak muda yang produktif, inovatif, serta memiliki kemampuan mengembangkan potensi lokal menjadi peluang ekonomi baru.
Di sektor pariwisata, misalnya, PKAN menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya inovasi ekowisata berbasis masyarakat.
Pengembangan kawasan wisata Sundata menjadi salah satu contoh bagaimana pemerintah nagari bersama masyarakat dilibatkan secara langsung dalam mengelola potensi wisata lokal agar memiliki nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Teddy menilai dukungan berbagai pemangku kepentingan menjadi modal penting agar program tersebut berkembang secara berkelanjutan.
Didukung Regulasi hingga Satgas Khusus
Keseriusan Pemerintah Kabupaten Pasaman memperkuat PKAN juga ditunjukkan melalui penyusunan perangkat regulasi.
Program ini diperkuat melalui Peraturan Bupati Tahun 2026 tentang Pedoman Penyusunan APB Nagari yang mengakomodasi pelaksanaan PKAN, serta pembentukan Satuan Tugas (Satgas) PKAN melalui Keputusan Kepala DPM Tahun 2026.
Menurut Teddy, proses pembentukan PKAN sebenarnya telah dimulai sejak 2025 melalui pembentukan Badan Pengelola PKAN.
Program tersebut kemudian diluncurkan secara resmi di tingkat kabupaten pada 20 September 2025 dan dilanjutkan dengan pendampingan intensif melalui program SAPA Nagari sejak Maret 2026.
Hasilnya, hingga 14 April 2026 sebanyak 62 PKAN telah terbentuk, atau telah menjangkau seluruh nagari di Kabupaten Pasaman dengan capaian 100 persen target pembentukan.
Pariwisata dan Budaya Jadi Mesin Penggerak
Dukungan terhadap PKAN juga datang dari Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman.
Kepala dinas tersebut, Aprialdi Said, menegaskan pihaknya siap memperkuat pengembangan kreativitas generasi muda melalui sektor pariwisata, seni, budaya, dan kepemudaan.
Menurutnya, potensi wisata dan budaya Pasaman harus menjadi ruang aktualisasi sekaligus sumber ekonomi baru bagi anak-anak muda.
Salah satu langkah yang tengah dikembangkan adalah pemberdayaan pemuda melalui aktivitas wisata (traveling) berbasis potensi lokal.
“PKAN menjadi rumah besar kreativitas anak nagari. Di dalamnya ada ruang ekspresi seni budaya, pengembangan keterampilan generasi muda, hingga pusat kolaborasi digital yang akan terus diperkuat,” ujarnya.
Gerakkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Program PKAN juga diproyeksikan menjadi pengungkit ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (KUPTK) Kabupaten Pasaman, Ariswan, mengatakan pelaku UMKM akan dilibatkan secara aktif dalam setiap kegiatan PKAN sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selain itu, sinergi juga dibangun bersama kalangan akademisi, termasuk Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, untuk memperkuat pengembangan potensi nagari berbasis kreativitas.
Ariswan menilai PKAN memiliki arah yang sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bertajuk Nagari Creative, yang menitikberatkan pada peningkatan daya saing generasi muda melalui penguatan potensi lokal.
Investasi SDM untuk Masa Depan Pasaman
Melalui PKAN, Pemerintah Kabupaten Pasaman berupaya mengubah paradigma pembangunan yang selama ini lebih identik dengan pembangunan fisik menjadi pembangunan manusia.
Program tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki jiwa kewirausahaan, serta tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
Dengan dukungan regulasi, kolaborasi lintas perangkat daerah, akademisi, hingga masyarakat nagari, PKAN diproyeksikan menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan generasi emas Pasaman yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional, sekaligus menjadi penggerak pembangunan daerah di masa depan. (agus)













