PASAMAN, ONtime.ID — Berita mengenai kasus pencabulan yang terungkap di Kabupaten Pasaman telah mengejutkan masyarakat. Kasus ini melibatkan puluhan anak di bawah usia 13 tahun, dengan usia berkisar antara 9 hingga 13 tahun, yang menjadi korban tindakan cabul.
Mereka menjadi korban dari seorang lelaki bernama Rajab Harun, yang berusia 20 tahun dan tinggal di Tanjung Aro II, Nagari Bahagia, Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman.
Orang tua korban sangat terkejut dan merasa sedih atas nasib anak-anak mereka. Kasus ini telah menjadi perbincangan sengit di masyarakat.
Pada tanggal 5 Oktober, Kapolres Pasaman, AKBP Yudho Huntoro Sik Mik, memberikan keterangan dalam sebuah jumpa pers di aula Polres Pasaman yang dihadiri oleh Bupati Pasaman Benny Utama, serta sejumlah pejabat dan wartawan dari media cetak dan online yang bertugas di Kabupaten Pasaman.
Kapolres Yudho Huntoro Sik Mik menjelaskan bahwa hingga saat ini telah ada 46 korban pencabulan yang teridentifikasi. Dari jumlah tersebut, 35 korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada SPKT Polres Pasaman, sedangkan 11 korban lainnya belum melaporkannya.
Kasus ini terjadi di sebuah pondok sawah yang terletak di Pagaran Tobing, Jorong Tanjung Aro Selatan, Nagari Bahagia, Kecamatan Padang Gelugur, pada bulan April 2023.
Beberapa barang bukti telah berhasil diamankan, termasuk satu helai baju berwarna hijau dengan tulisan Levi’s di bagian depan, satu helai singlet warna putih, satu helai celana dalam berwarna hijau merk Prokensini, dan satu helai celana panjang anak berwarna abu-abu yang robek di bagian lutut kanan.
Kapolres menjelaskan bahwa tersangka, Rajab Harun, telah menggunakan berbagai cara untuk membujuk korban, termasuk memberikan rokok dan handphone agar mereka menonton film porno.
Setelah itu, tersangka melakukan aksinya dengan meraba-raba alat kelamin korban, mencium bibir mereka, dan memasukkan kelaminnya ke dalam lubang anus korban. Tersangka akan dihadapkan pada hukuman yang maksimal sesuai dengan undang-undang.
Bupati Pasaman, Benny Utama SH MM, menyatakan keprihatinan pemerintah daerah terhadap kasus ini dan menegaskan perlunya tindakan cepat.
Pemerintah daerah akan segera mendatangkan dokter forensik untuk memeriksa korban dan juga akan memberikan dukungan psikologis kepada mereka.
Selain itu, keluarga dan orang tua korban akan diberikan pemahaman tentang bagaimana menangani anak-anak yang mengalami trauma akibat pencabulan ini.
Baca Juga : Ruang Sempit Tak Batasi Semangat Belajar Anak Tentara Benny Utama menegaskan bahwa pembiayaan untuk penanganan kasus ini akan ditanggung oleh APBD Kabupaten Pasaman. Benny Utama dikenal sebagai pemimpin yang selalu peduli dan perhatian terhadap masyarakatnya. ( Agus)













