ACEH, ONtime.ID — Presiden Prabowo Subianto meminta para pemimpin dan pejabat negara tidak patah semangat meskipun menghadapi kritik, hujatan, bahkan fitnah dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa kritik merupakan konsekuensi dari kepemimpinan dan harus disikapi secara dewasa.
Prabowo menyoroti adanya kecenderungan sebagian pihak yang menilai kebijakan dan aktivitas pemerintah dari sudut pandang negatif, termasuk saat pejabat negara turun langsung ke lokasi bencana. Menurutnya, dalam situasi seperti itu, pejabat kerap berada pada posisi serbasalah.
“Kalau datang ke lokasi bencana dikritik, kalau tidak datang juga dikritik,” ujar Prabowo dalam rapat terbatas bersama sepuluh menteri, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, dan Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, di lokasi pembangunan Rumah Hunian Danantara, Aceh Tamiang, Kamis (1/1).
Presiden menegaskan bahwa kehadiran pemimpin di daerah terdampak bencana bukan untuk pencitraan, melainkan untuk melihat langsung kondisi di lapangan, mengidentifikasi persoalan, serta mempercepat pengambilan keputusan.
“Pejabat datang, pemimpin datang untuk melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa kita bantu, dan mana yang bisa kita percepat,” kata Prabowo.
Ia menekankan bahwa salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah kesiapan mental untuk menerima kritik dan tekanan publik. Namun demikian, kritik tersebut tidak boleh melemahkan semangat kerja atau menghambat pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Prabowo, kritik justru harus dijadikan sarana evaluasi dan pengingat agar kebijakan yang diambil tetap berada di jalur yang benar.
“Kritik harus menjadi bahan koreksi dan kewaspadaan dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Prabowo juga menegaskan bahwa pejabat yang turun ke lapangan bekerja untuk mengambil keputusan berbasis fakta, bukan sekadar hadir tanpa tujuan.
“Kalau menteri-menteri dan pejabat turun, itu bukan untuk wisata. Mereka datang, melihat, mencatat, memahami, dan kemudian mengambil keputusan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan sikap Presiden Prabowo agar jajaran pemerintah tetap fokus bekerja dan tidak terpengaruh oleh tekanan opini, selama kebijakan yang dijalankan berpihak pada kepentingan rakyat. (*)













