PALEMBANG, ONtime.ID — Insiden berdarah terjadi di Panhead Cafe, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu dini hari (16/5/2026). Seorang prajurit TNI AD berinisial Pratu FAA dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian perut sebelah kanan.
Korban diketahui merupakan personel Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Palembang. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Sekitar pukul 03.30 WIB, pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden maut tersebut diduga dipicu perselisihan antara korban dan pelaku yang sama-sama berada di lokasi hiburan malam itu. Keduanya disebut sempat bersenggolan saat berjoget hingga berujung cekcok dan keributan.
[irp posts=”36213″ ]
Situasi kemudian memanas menjadi perkelahian. Pelaku yang disebut juga seorang anggota TNI diduga sempat dikeroyok oleh korban bersama rekan-rekannya. Dalam kondisi ricuh itu, pelaku diduga mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan.
Rekaman CCTV di lokasi kejadian memperlihatkan korban langsung tersungkur usai terkena tembakan. Kepanikan pengunjung pun tak terhindarkan saat suara letusan terdengar di dalam kafe.
Peristiwa tersebut langsung menjadi perhatian serius jajaran TNI AD. Kodam II/Sriwijaya memastikan kasus itu akan ditangani secara profesional, transparan, dan menyeluruh guna mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden penembakan tersebut.
Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania mengatakan Pangdam II/Sriwijaya telah memerintahkan jajaran intelijen dan polisi militer untuk bergerak cepat menangani kasus di lapangan.
[irp posts=”36209″ ]
“Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Sriwijaya dan Danpomdam II/Sriwijaya untuk segera menangani kasus di lapangan melalui penyelidikan mendalam agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat,” ujarnya kepada awak media.
Saat ini, Denpom 2/IV Palembang tengah melakukan serangkaian penyelidikan intensif. Aparat melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, mendalami rekaman CCTV, melaksanakan autopsi jenazah korban, hingga mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian.
Kodam II/Sriwijaya juga menggandeng Polda Sumatera Selatan untuk membantu proses pengungkapan fakta secara objektif dan komprehensif.
“Proses ini membutuhkan waktu. Untuk perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan pada kesempatan pertama,” kata Letkol Yordania.
Sebagai langkah evaluasi, Pangdam II/Sriwijaya turut menginstruksikan seluruh komandan satuan TNI AD di wilayah Sumsel agar memperketat pengawasan internal terhadap personel guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
[irp posts=”36205″ ]
Atas meninggalnya Pratu FAA, jajaran Kodam II/Sriwijaya menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil resmi penyelidikan aparat berwenang agar situasi tetap kondusif. (*)













