Kab. Pasaman

Rano Karno Pulang Kampung ke Bonjol, Makan Bajamba Bersama Keluarga dan Warga Lestarikan Jejak Leluhur

43
×

Rano Karno Pulang Kampung ke Bonjol, Makan Bajamba Bersama Keluarga dan Warga Lestarikan Jejak Leluhur

Sebarkan artikel ini
Rano Karno
Rano Karno Pulang Kampung ke Bonjol, Makan Bajamba Bersama Keluarga dan Warga Lestarikan Jejak Leluhur

PASAMAN, ONtime.ID  – Kunjungan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, ke tanah leluhurnya di Bonjol, Kabupaten Pasaman, berlangsung penuh makna. Setelah mengikuti rangkaian agenda budaya dan sejarah, Rano menutup kunjungannya dengan mengikuti tradisi makan bajamba bersama keluarga besar, tokoh adat, dan masyarakat di rumah tua peninggalan ayahnya, Soekarno M. Noer, di Kampung Jambak, Nagari Jambak, Bonjol, Selasa (14/4/2026).

Sebelumnya, Rano Karno menghadiri penyambutan di Museum Tuanku Imam Bonjol kawasan Equator, berziarah ke makam neneknya, mengunjungi rumah peninggalan dokter tersohor Achmad Mukhtar, serta meninjau Benteng Gunuang Tajadi. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi bagian dari perjalanan pulang kampung yang sarat nilai sejarah, budaya, dan ikatan kekeluargaan.

Tradisi makan bajamba yang diikuti Rano Karno didampingi Bupati Pasaman Welly Suhery itu menjadi simbol kuat kebersamaan sekaligus penanda kepulangannya yang telah lama dinantikan masyarakat Bonjol dan keluarga besarnya.

Di hadapan masyarakat, aktor senior yang dikenal luas lewat tokoh “Si Doel” itu mengaku kedatangannya bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan untuk kembali menyambung hubungan keluarga serta menghormati warisan leluhur yang berasal dari Bonjol.

“Ini saya berkunjung ke rumah pusaka keluarga, sekaligus mengirim doa dan tahlil bersama keluarga. Saya juga ingin bersilaturahmi dengan Wali Nagari, dunsanak Bonjol, dan masyarakat Pasaman sambil makan bajamba bersama,” ujar Rano Karno.

Rano mengungkapkan bahwa kunjungan kali ini merupakan yang ketiga ke Bonjol. Namun, jarak antar kunjungannya cukup panjang, karena terakhir kali ia datang sekitar satu dekade lalu. Ia menyebutkan bahwa kakek dan neneknya merupakan warga Kampung Jambak, sehingga daerah tersebut memiliki arti penting bagi sejarah keluarganya.

“Kunjungan saya sekarang sudah yang ketiga. Sebelum saya datang, kakak dan adik saya lebih dulu berkunjung untuk memperbaiki rumah keluarga. Walaupun rumah itu kecil dan sederhana, tetapi itu bagian dari sejarah keluarga yang tidak ingin kami putuskan,” tuturnya.

Rano juga mengungkapkan bahwa kepulangannya ke Bonjol merupakan bentuk pelaksanaan amanah mendiang ibunya. Ia mengaku memiliki keinginan kuat menelusuri kembali silsilah keluarga agar hubungan dengan kampung halaman tetap terjaga dari generasi ke generasi.

“Sebelum ibu meninggal, beliau sangat ingin kembali ke Sumatera Barat, khususnya ke Bonjol. Saya pernah berjanji akan mengantarkan beliau, tetapi Allah berkehendak lain. Karena itu, saya datang membawa amanah beliau sekaligus mencari kembali silsilah keluarga agar tidak terputus,” ungkapnya.

Menurut Rano, pemberitaan media mengenai kunjungannya juga membawa dampak positif. Sejumlah kerabat yang selama ini menetap di luar Sumatera Barat, termasuk dari Sumatera Utara, akhirnya ikut pulang ke Bonjol untuk berkumpul bersama keluarga besar.

Ia berharap kunjungan tersebut menjadi awal dari hubungan yang semakin erat antara dirinya dengan masyarakat Bonjol, bukan sekadar kunjungan sesaat.

“Mudah-mudahan ini bukan akhir, tetapi menjadi awal agar ke depan kita bisa lebih sering bertemu,” katanya.

Kehadiran Rano Karno di Bonjol disambut hangat masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Bagi warga, kepulangan putra daerah yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta itu bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat ikatan sejarah, adat, dan budaya Minangkabau yang telah diwariskan lintas generasi. (agus)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID