Kab. Mentawai

Respons Cepat Basarnas Mentawai, Antara Siaga dan Aksi Nyata

270
×

Respons Cepat Basarnas Mentawai, Antara Siaga dan Aksi Nyata

Sebarkan artikel ini
Basarnas
Respons Cepat Basarnas Mentawai, Antara Siaga dan Aksi Nyata

TUAPEJAT, ONtime.ID — Dalam wilayah kepulauan yang rawan bencana dan rentan terhadap cuaca ekstrem seperti Kepulauan Mentawai, keberadaan tim penyelamat yang siaga dan responsif sangatlah vital.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai kembali membuktikan kapasitasnya dalam memberikan layanan penyelamatan yang cepat, profesional, dan humanis di setiap kejadian darurat yang terjadi di wilayah tersebut.

Sejak awal tahun 2025 hingga Juli ini, Basarnas Mentawai telah menjalankan beberapa operasi penyelamatan di darat maupun laut, mencakup kecelakaan kapal, korban bencana banjir, hingga evakuasi warga di wilayah terpencil. Kecepatan respons menjadi kekuatan utama yang terus dijaga oleh tim di bawah kepemimpinan Kepala Kantor SAR Mentawai, Rudi, S.E.

Cepat, Tepat, dan Tanggap

Salah satu operasi yang menuai apresiasi publik terjadi pada 23 Maret 2025, ketika sebuah kapal nelayan tenggelam di Perairan Matuptuman, Sipora Utara. Laporan diterima oleh Basarnas pada pukul 06.00 WIB, dan dalam waktu kurang dari 32 menit, satuan rescuer telah tiba di lokasi dan mengevakuasi nelayan bernama Usul yang selamat terombang-ambing di laut. Ia ditemukan dalam keadaan lemas namun selamat dan segera dibawa ke Puskesmas Tuapejat.

Tak berselang lama, tepatnya pada 14 Juli 2025, terjadi lagi kecelakaan kapal boat di Selat Sipora yang mengangkut 18 penumpang. Kecelakaan itu dilaporkan pada pukul 17.40 WIB.

Basarnas langsung menurunkan tim SAR gabungan bersama BPBD, Polairud, dan nelayan lokal untuk melakukan pencarian di tengah ombak dan cuaca buruk. Hingga hari keempat pencarian, tujuh korban telah ditemukan, dua dalam keadaan selamat dan lima meninggal dunia.

Bencana Banjir dan Medan Sulit Tak Menyurutkan Langkah

Selain kecelakaan laut, Basarnas Mentawai juga berjibaku dalam penanganan bencana banjir yang kerap melanda kawasan Sipora dan Pagai Selatan. Pada 11 Juni 2025, Basarnas berhasil mengevakuasi 11 warga dan sejumlah pelajar yang terjebak di tengah banjir di Desa Saureinu, Kecamatan Sipora Selatan.

Air sungai yang meluap sejak dini hari menyebabkan jalan dan jembatan terputus, menyulitkan akses kendaraan. Namun, tim SAR dengan perahu karet dan peralatan evakuasi tetap menerobos genangan air untuk menyelamatkan korban ke tempat aman.

Evakuasi dilakukan secara bergantian, mengutamakan anak-anak, lansia, dan perempuan. Seorang pelajar SMA yang dievakuasi mengaku sempat panik saat air naik secara tiba-tiba. “Saya kira sudah tidak bisa keluar dari rumah, tapi tim SAR datang bawa perahu, cepat sekali. Saya sangat bersyukur,” ujar Yulinda (17), warga yang selamat.

Latihan dan Sinergi Lintas Instansi

Keberhasilan operasi Basarnas Mentawai tidak terlepas dari pelatihan berkelanjutan dan sinergi yang baik antarinstansi. Pada Desember 2024 lalu, Basarnas bersama unsur TNI-Polri, BPBD, dan tim medis RSUD Mentawai menggelar simulasi penyelamatan besar-besaran di pelabuhan Tuapejat. Skenario latihan melibatkan evakuasi korban kapal terbakar, pencarian korban tenggelam, hingga penyelamatan menggunakan helikopter.

Selain itu, pelatihan teknik water rescue yang dilaksanakan selama September–Oktober 2024 turut meningkatkan keterampilan petugas dalam menghadapi situasi darurat air, termasuk penggunaan alat selam, penyelamatan dengan tali, dan komunikasi darurat berbasis radio.

Kepala Basarnas Mentawai, Rudi, S.E., mengatakan bahwa kesiapsiagaan menjadi fokus utama, mengingat wilayah Mentawai adalah daerah rawan gempa dan tsunami. “Kami tidak bisa menunggu. Kami harus siap kapan pun. Itulah kenapa pelatihan rutin dan simulasi terus digelar, karena waktu tanggap menjadi penentu utama dalam menyelamatkan nyawa,” tegasnya dalam wawancara di Kantor SAR Tuapejat.

Inovasi Teknologi dan Peran Masyarakat Lokal

Dalam upaya mempercepat pelaporan dan memperluas jangkauan, Basarnas Mentawai kini juga memanfaatkan aplikasi SARmap dan sistem pelaporan berbasis mobile yang memungkinkan masyarakat melaporkan insiden secara langsung dan real-time. Hotline 115 yang aktif 24 jam juga terus disosialisasikan melalui radio lokal dan media sosial.

Tak kalah penting, keterlibatan masyarakat lokal menjadi penopang utama keberhasilan operasi di lapangan. Nelayan, relawan pemuda, dan aparat desa telah dilatih sebagai potensi SAR yang mampu memberikan pertolongan pertama sebelum tim utama tiba.

“Tanpa bantuan masyarakat, kami tidak akan bisa menjangkau lokasi-lokasi sulit dengan cepat. Mereka adalah pahlawan pertama sebelum kami datang,” ujar salah satu rescuer Basarnas, Hendra Saputra.

Basarnas Mentawai Sebagai Garda Depan

Penanganan cepat oleh Basarnas Kepulauan Mentawai dalam setiap peristiwa darurat menunjukkan bahwa sistem penyelamatan di daerah kepulauan tidak hanya berjalan, tetapi terus berkembang secara adaptif dan responsif. Keberanian, keterampilan, dan dedikasi para personel SAR di daerah terpencil ini patut diapresiasi.

Dengan terus memperkuat sinergi, pelatihan, serta inovasi dalam sistem pelaporan dan peralatan, Basarnas Mentawai diharapkan mampu menjaga reputasinya sebagai garda terdepan dalam penyelamatan kemanusiaan, bahkan dalam kondisi paling ekstrem sekalipun. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID