Nasional

Rp10 Juta per Keluarga, Dedi Mulyadi Dorong Korban Longsor Pasirlangu Tinggalkan Zona Merah

150
×

Rp10 Juta per Keluarga, Dedi Mulyadi Dorong Korban Longsor Pasirlangu Tinggalkan Zona Merah

Sebarkan artikel ini
Longsor
Rp10 Juta per Keluarga, Dedi Mulyadi Dorong Korban Longsor Pasirlangu Tinggalkan Zona Merah

BANDUNG BARAT, ONtime.ID — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyalurkan santunan sebesar Rp10 juta kepada setiap keluarga korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus mendorong warga segera menempati hunian sementara di luar kawasan rawan bencana.

Santunan diserahkan kepada warga terdampak yang saat ini mengungsi di GOR Desa Pasirlangu, dengan prioritas keluarga yang kehilangan anggota keluarga, rumah, serta warga yang masih bertahan di zona merah longsor.

[irp posts=”33541″ ]

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, bantuan uang tunai tersebut diberikan kepada warga yang secara faktual tinggal di wilayah berisiko tinggi dan perlu segera direlokasi sementara.

“Sebagian warga zona merah didata oleh Pak Gubernur dan mendapat uang kontrak serta biaya kehidupan sehari-hari sebesar Rp10 juta,” ujar Herman di Posko Pengungsian, Senin (26/1/2026).

Menurut Herman, kebijakan tersebut bertujuan agar para korban tidak terlalu lama bergantung pada posko pengungsian dan dapat segera mencari tempat tinggal kontrakan yang lebih aman dan layak.

“Bantuan ini dimaksudkan supaya warga bisa segera mengontrak rumah dan menjalani kehidupan sementara secara lebih manusiawi,” katanya.

Meski mendorong pengungsi keluar dari posko, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kebutuhan dasar warga yang masih bertahan tetap terpenuhi. Dapur umum, layanan kesehatan, serta fasilitas sanitasi telah disiapkan untuk menunjang kehidupan para pengungsi.

[irp posts=”33538″ ]

“Kami tangani dulu di sini. Dapur umum disiapkan untuk 750 orang, toilet portabel tersedia, layanan kesehatan juga kami pastikan hari ini berjalan,” tegas Herman.

Ia juga mengimbau warga penerima santunan agar menggunakan bantuan secara optimal, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun biaya sewa rumah, sehingga kepadatan di posko pengungsian dapat segera dikurangi.

Sementara itu, Incident Commander (IC) Bencana Longsor Cisarua, Ade Zakir, mengungkapkan bahwa jumlah pengungsi terus mengalami perubahan dan saat ini telah menembus angka lebih dari 900 orang.

“Sekarang ada sekitar 900 orang mengungsi. Data ini masih dinamis. Awalnya tercatat 134 orang, lalu 700 orang, dan kini lebih dari 900,” ujar Ade.

Ia menambahkan, petugas gabungan tengah melakukan pendataan ulang sekaligus memberikan edukasi kepada warga, khususnya mereka yang berada di zona hijau, agar kembali ke rumah masing-masing apabila kondisi dinyatakan aman.

“Kami lakukan pendataan ulang. Kalau wilayahnya tidak berbahaya, warga kami sarankan untuk pulang,” pungkasnya.

[irp posts=”33535″ ]

Kebijakan santunan tunai ini menjadi langkah cepat Pemprov Jawa Barat dalam merespons bencana, sekaligus upaya menekan risiko lanjutan dengan mengosongkan kawasan rawan longsor dari aktivitas permukiman sementara. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID