Politik

Safari Ramadhan di Pauh, Evi Yandri Tekankan Rehabilitasi sebagai Jalan Lawan Narkoba

144
×

Safari Ramadhan di Pauh, Evi Yandri Tekankan Rehabilitasi sebagai Jalan Lawan Narkoba

Sebarkan artikel ini
Narkoba
Safari Ramadhan di Pauh, Evi Yandri Tekankan Rehabilitasi sebagai Jalan Lawan Narkoba

PADANG, ONtime.ID  — Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, menegaskan komitmennya dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan rehabilitasi serta penguatan peran keluarga dan masyarakat.

Penegasan itu disampaikan saat memimpin rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Mushalla Al-Jannah, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Sabtu (21/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Tim Safari Ramadhan turut menghadirkan dua mantan penyintas narkoba. Di hadapan jamaah, keduanya berbagi pengalaman tentang fase keterpurukan akibat kecanduan, hingga proses rehabilitasi yang mengubah jalan hidup mereka. Mereka mengaku bersyukur karena mendapat kesempatan menjalani pemulihan sehingga kini dapat kembali beraktivitas normal dan diterima di tengah masyarakat.

[irp posts=”34086″ ]

Evi Yandri menekankan, keluarga tidak boleh menyerah ketika menghadapi anak atau anggota keluarga yang terjerat narkoba. Menurutnya, pendekatan pidana bukan satu-satunya solusi.

“Jika ada anak atau keluarga yang menjadi pecandu atau pemakai narkoba, jangan patah arang. Jangan langsung berpikir penjara adalah satu-satunya jalan, karena mereka masih bisa direhabilitasi,” ujar legislator dari Partai Gerakan Indonesia Raya itu.

Ia menilai, rehabilitasi telah terbukti membantu banyak penyintas bangkit dan kembali menjalani kehidupan sosial secara wajar. Karena itu, momentum Safari Ramadhan dimanfaatkannya sebagai ruang edukasi publik sekaligus penguatan nilai-nilai kepedulian sosial.

[irp posts=”34083″ ]

“Sudah banyak yang pulih dan kembali hidup normal di masyarakat. Inilah yang kami sampaikan dalam Safari Ramadhan 1447 Hijriah sebagai bentuk edukasi dan kebaikan bagi masyarakat,” katanya.

Lebih jauh, Evi Yandri mengungkapkan hasil kajian yang menunjukkan pola awal penyalahgunaan narkoba kerap berawal dari lingkungan pertemanan. Bahkan, sekitar 88 persen pengguna pertama kali memperoleh narkoba dari teman sebaya. Fakta tersebut, menurutnya, menjadi peringatan bahwa lingkungan sosial memiliki pengaruh besar terhadap risiko penyalahgunaan.

“Lingkungan itu sangat penting untuk kita jaga agar terhindar dari pengaruh buruk,” tegasnya.

[irp posts=”34079″ ]

Ia juga mengingatkan bahwa tren penyalahgunaan narkoba menunjukkan peningkatan di berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Strateginya meliputi mempersempit ruang peredaran, memperkuat sosialisasi bahaya narkoba, meningkatkan pengawasan keluarga dan masyarakat, serta memastikan ketersediaan layanan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan.

“Saya mengajak semua pihak untuk melakukan apa pun yang bisa mencegah penyalahgunaan narkotika. Awasi keluarga, sebarkan informasi, atau lembaga bisa mengadakan sosialisasi. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar manfaatnya,” ujarnya.

Safari Ramadhan di Pauh itu tidak hanya menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga forum penyadaran bersama bahwa pemberantasan narkoba memerlukan kolaborasi lintas elemen—pemerintah, lembaga, keluarga, dan masyarakat dengan menempatkan rehabilitasi sebagai bagian penting dari solusi. (*)

[irp posts=”34075″ ]

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID