Peristiwa

Sah! Indarung I Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional

419
×

Sah! Indarung I Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional

Sebarkan artikel ini
Indarung
POTRET kawasan Cagar Budaya Indarung I Semen Padang yang baru-baru ini ditetapkan oleh Kemendikbudristek sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional.

PADANG, ONTIME.ID — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI menetapkan Kawasan Cagar Budaya Indarung I Semen Padang sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional. Penetapan itu dilakukan setelah adanya rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) pada November 2022.

 

Dilaksanakan di Jakarta pada 27 Februari 2023, penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional itu ditandatangani langsung oleh Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, melalui Surat Keputusan Mendikbudristek Nomor 54/M/2023 tentang Penetapan Kawasan Cagar Budaya Pabrik Semen Indarung I Sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional.

 

Dirut PT Semen Padang, Asri Mukhtar Dt. Tumangguang Basa mengaku bangga dan bersyukur atas penetapan Kawasan Cagar Budaya Indarung I Semen Padang sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional. Apalagi, perjuangan untuk menjadikan Cagar Budaya Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional tidaklah mudah.

 

“Alhamdulillah, kami bangga dan bersyukur sekali. Karena kerja keras kami akhirnya membuahkan hasil setelah melalui jalan panjang. Mulai dari penetapan Cagar Budaya Peringkat Kota hingga Penetapan Cagar Budaya Peringkat Provinsi, dan setelah itu diusulkan ke Peringkat Nasional,” kata Asri Mukhtar, Selasa (7/3).

 

Setelah penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional, kata Asri Mukhtar, pihaknya semakin mantap mengajukan Kawasan Cagar Budaya Pabrik Semen Indarung I Semen Padang yang di dalamnya juga terdapat PLTA Rasak Bungo sebagai World Heritage dari UNESCO.

 

Untuk itu, pihaknya juga berharap dukungan dari semua pihak. “Saat ini, kami telah mengajukan dokumen tentative list sebagai awal proses pendaftaran Indarung I sebagai World Heritage ke Kemendikbutristek,” ujarnya

 

Ia berharap dukungan dan doa dari semua pemangku kepentingan terkait agar semua tahapan dapat dilalui dengan baik. “Dengan tujuan akhir mewujudkan Indarung I menjadi Cagar Budaya Warisan Dunia sekaligus sebagai destinasi wisata edukasi persemenan terkemuka di dunia,” tutur Asri.

 

Sebelumnya, Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek RI, Hilmar Farid menuturkan, Kawasan Cagar Budaya Indarung I Semen Padang memiliki potensi yang luar biasa. Bukan karena luasnya, tapi karena sejarahnya dan keunikannya. Apalagi saat ini tidak banyak pabrik yang utuh seperti Pabrik Indarung I Semen Padang ini.

 

Walaupun usia Indarung I sudah lebih 100 tahun, tapi Semen Padang menaruh perhatian kusus terkait pelestarian Cagar Budaya Pabrik Indarung I. “Ini luar biasa sekali perhatiannya,” kata pria yang akrab disapa Fay itu, mengapresiasi.

 

Terkait potensi kawasan Indarung I Semen Padang sebagai World Heritage, Hilmar menyampaikan ada proses yang cukup panjang untuk menyusun berkas atau dossier. Di samping juga harus melihat semua outstanding universal value yang terkandung di dalamnya, dan apa saja atribut yang ingin didaftarkan. Karena, begitu mulai didaftarkan, maka langsung terkait dengan tanggung jawab.

 

Misalnya, rangka-rangka besi yang ada di Kawasan Cagar Budaya Indarung I mau dijadikan atribut atau tidak. Kalau iya, tentu harus dilestarikan dan harus ada langkah-langkah untuk memastikan keselamatan rangka-rangka besi ini. Untuk itu, ini perlu didiskusikan secara lebih detail, terutama dengan pemilik aset.

 

“Jadi, mungkin nggak ini (Indarung I) bisa ditetapkan sebagai World Heritage? Tapi yang jelas, sebagai Cagar Budaya Nasional saja, arti pentingnya bagi masayarakat juga sudah naik, sudah lebih kuat. Makanya, ini harus ditindaklanjuti dengan mengaktivasi Kawasan Cagar Budaya Indarung I,” ujarnya.

 

Hilmar menyampaikan, dalam mengelola cagar budaya harus memiliki visi dan kemampuan mengimajinasikan sesuatu dalam mengerahkan sumber dayanya. Kemudian, mengesekusinya dalam sebuah organisasi. Menurutnya, nilai yang sangat besar terletak di sana. “Indarung I ini skalanya tidak main-main. Indarung I itu suatu kompleks besar,” ujanya.

 

Namun begitu, dirinya yakin pelaku budaya dan seniman di Sumbar memiliki kemampuan kreatif untuk membangun mimpi bersama dalam mengelola Kawasan Cagar Budaya Indarung I, sehingga ke depan bisa menjadi destinasi wisata bertajuk industrial heritage. Karena, yang namanya cultural tourism ataupun heritage tourism, berkaitan dengan ekonomi.

 

“Sekarang ini di dunia yang namanya heritage tourism dan cultural tourism merupakan salah satu yang paling besar. Kalau bicara angka, perkiraannya totalnya 500 miliar dolar per tahun. Untuk itu, saya juga berharap pemerintah daerah harus dapat menjadi fasilitator bagi pelaku budaya dan seniman. Mohon maaf, selama ini itu belum terjadi,” katanya.

 

Alumni Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia itu juga menyampaikan soal cagar budaya atau warisan budaya. Ia mengatakan, walaupun dia benda mati, tetapi ketika diberikan makna terhadapnya, maka banyak sekali hal-hal yang bisa muncul, termasuk berbagai pertanyaan-pertanyaan yang sangat penting dan relevan untuk hari ini.

 

Cagar budaya, ia melanjutkan, memang berasal dari masa lalu, tapi harus jelas poin relevansinya untuk di masa sekarang. Kemudian, manfaat dari kehadiran cagar budaya atau warisan budaya juga harus jelas. Menurutnya, kalau untuk memberikan segala macam insight, itu merupakan suatu hal. Tapi manfaat yang sifatnya langsung, paling penting dan mendasar, harus bisa menumbuhkan rasa memiliki dan rasa menjadi bagian.

 

“Kalau tidak berhasil melahirkan efek itu, maka kita mesti bicara tentang bagaimana ini bisa dikelola, sehingga bisa menumbuhkan rasa memiliki dan rasa menjadi bagian. Karena, ada banyak warisan budaya yang tidak dikenal akibat tidak adanya pengelolaan yang baik, bahkan tidak dilindungi, sehingga hilang begitu saja,” pungkas Dosen Tetap Pasca Sarjana Institut Kesenian Jakarta itu. (*/vand)