Nasional

SBY Tegaskan “Satu Matahari” di Demokrat, AHY Pemimpin Tunggal Tak Ada Dualisme

107
×

SBY Tegaskan “Satu Matahari” di Demokrat, AHY Pemimpin Tunggal Tak Ada Dualisme

Sebarkan artikel ini
SBY
SBY Tegaskan “Satu Matahari” di Demokrat, AHY Pemimpin Tunggal Tak Ada Dualisme

JAKARTA, ONtime.ID — Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa kepemimpinan Partai Demokrat hanya berada di tangan satu figur, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Penegasan ini disampaikan SBY di hadapan kader saat Perayaan Natal Nasional Partai Demokrat di Jakarta, Senin malam, 12 Januari 2026.

Pernyataan tersebut sekaligus menutup ruang tafsir adanya dualisme atau matahari kembar di tubuh partai berlambang bintang mercy itu. SBY menegaskan posisinya hanyalah sebagai mentor senior, sementara kendali penuh partai berada pada AHY sebagai Ketua Umum.

“Beliau pemimpin partai. Saya boleh dikatakan seorang mentor senior. Mataharinya hanya satu di Partai Demokrat, Mas AHY,” ujar Yudhoyono, dikutip dari siaran resmi YouTube Partai Demokrat.

SBY mengungkapkan bahwa secara ideal sambutan utama seharusnya disampaikan langsung oleh AHY. Namun, Ketua Umum Demokrat tersebut berhalangan hadir lantaran tengah menjalankan tugas negara sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Kalimantan.

Karena ketidakhadiran AHY, panitia kemudian meminta SBY untuk menyampaikan sambutan mewakili Ketua Umum.

“Oleh karena itu, saya mendapat tugas dari panitia untuk menyampaikan sambutan ini mewakili Mas AHY. Tiada rotan, akar pun berguna,” kata SBY.

Country First, People First, Baru Partai

Dalam pidatonya, Presiden ke-6 RI itu kembali menekankan prinsip dasar perjuangan Demokrat, yakni menempatkan negara dan rakyat di atas kepentingan partai.

“Country first, people first, baru partai. Jangan dibalik,” tegasnya.

SBY juga menegaskan posisi Demokrat dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, Demokrat tidak sekadar menjadi bagian dari koalisi, melainkan harus tampil sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa.

“Demokrat bersama Presiden Prabowo harus menjadi bagian dari solusi, bagian dari progres,” ujar SBY.

Ia menilai Indonesia tengah menghadapi tantangan besar di berbagai sektor. Meski demikian, SBY optimistis Indonesia mampu melangkah menjadi negara maju dan menjadi bangsa yang kuat pada 2045. Namun, ia mengingatkan bahwa cita-cita tersebut membutuhkan kepemimpinan yang efektif, kerja keras, dan kebersamaan lintas elemen bangsa.

“Seberat apapun, selalu ada solusi,” ucapnya.

Pesan Keras untuk Kader

Di akhir sambutan, SBY menyampaikan pesan tegas kepada seluruh kader Demokrat agar bekerja lebih keras dan tidak cepat puas.

“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu dalam arti berupaya, kemudian Insya Allah kita akan bahagia di akhirnya nanti. Percayalah, kalau ada kemauan, ada jalan,” tuturnya.

Pernyataan SBY ini sekaligus menjadi sinyal politik internal bahwa estafet kepemimpinan Demokrat telah final, dengan AHY sebagai poros utama, sementara SBY menempatkan diri sebagai penjaga nilai dan arah perjuangan partai. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID