PADANG PARIAMAN, ONtime.ID — Suasana tenang di SDN 06 Batang Anai, Nagari Sungai Buluh Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, mendadak berubah setelah sekolah tersebut diduga menjadi sasaran aksi pencurian pada dini hari.
Peristiwa itu diketahui terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Penjaga sekolah, Eva, menduga pelaku berjumlah lebih dari satu orang dan diduga membawa senjata tajam (sajam) saat melakukan aksinya.
Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian serius, terlebih sekolah merupakan fasilitas pendidikan yang semestinya berada dalam kondisi aman dan terlindungi.
Pasca kejadian, personel Polsek Batang Anai, Brigadir Amirudin Jamil dan Aiptu Ruki Alamsyah, mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Petugas didampingi Kepala SDN 06 Batang Anai, Festi Marlina, M.Pd, bagian Tata Usaha Aryeni Fitri, serta Ketua Komite Sekolah Mahdalena.
Saat pemeriksaan dilakukan, kondisi ruang kepala sekolah dan ruang pustaka terlihat berserakan. Sejumlah barang tampak dalam kondisi tidak seperti semula sehingga menguatkan dugaan telah terjadi upaya pencurian.

Meski demikian, hingga pemeriksaan dilakukan, belum ditemukan secara pasti adanya barang yang hilang maupun kerugian materiil.
Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi pihak sekolah dan kepolisian. Sebab, meskipun belum ada kerugian yang teridentifikasi, aksi masuk ke lingkungan sekolah pada dini hari menunjukkan adanya celah keamanan yang perlu segera dievaluasi.
Aiptu Ruki Alamsyah saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihak sekolah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Menurutnya, meskipun sampai saat pemeriksaan belum ditemukan kerugian akibat aksi tersebut, langkah pencegahan tetap perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Pihak kepolisian juga menyarankan agar sekolah dapat memasang kamera pengawas (CCTV) sebagai salah satu upaya memperkuat sistem keamanan sekaligus membantu apabila terjadi kejadian serupa di kemudian hari.

Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bahwa keamanan lingkungan sekolah tidak boleh dianggap sepele. Ketiadaan kerugian bukan berarti tidak ada masalah.
Jika benar pelaku lebih dari satu orang dan membawa senjata tajam sebagaimana dugaan penjaga sekolah, maka persoalan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan penjaga maupun warga sekolah apabila kejadian berlangsung saat aktivitas sekolah sedang berjalan.
Kini, perhatian tertuju pada upaya pihak sekolah memperketat keamanan serta langkah kepolisian dalam menindaklanjuti kejadian tersebut.
Evaluasi sistem keamanan sekolah menjadi penting agar fasilitas pendidikan tidak kembali menjadi sasaran aksi kriminal. (*)













