Peristiwa

Sejumlah Wilayah Sumbar Dilanda Banjir Dan Longsor

576
×

Sejumlah Wilayah Sumbar Dilanda Banjir Dan Longsor

Sebarkan artikel ini
Sumbar
Sejumlah warga tengah melintas di genangan banjir di kawasan Nagari Kampung Galapuang, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, Minggu (7/5). Hujan yang turun selama dua hari mengakibatkan banjir disejumlah daerah di Sumatera Barat.

PADANG, ONTIME.ID – Cuaca ekstrem berupa hujan deras  disertai angin kencang  yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera Barat (Sumbar) sejak Sabtu (6/5) hingga Minggu (7/5),  memicu terjadinya  bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah. 

Ada ratusan rumah dan puluhan hektare lahan pertanian masyarakat terendam banjir. Selain itu, tingginya  curah  hujan juga memicu terjadinya  longsor yang mengakibatkan sejumlah akses jalan terputus sementara.

 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur, menyebut, tingginya curah hujan yang terjadi sejak dua hari belakangan, telah memicu terjadinya bencana  banjir dan  longsor di sejumlah daerah termasuk di Kabupaten Pesisir Selatan. “Banjir di Kabupaten Pesisir Selatan merendam ratusan rumah dan puluhan hektare lahan pertanian dan perkebunan penduduk di 9 Nagari yang tersebar di 4 Kecamatan,” ujarnya kepada ONTIME.ID Minggu (7/5).

 

Rumainur menerangkan, sebanyak 120 rumah warga yang berada di Nagari Lakitan Timur, Kecamatan Lengayang, terendam banjir dengan ketinggian lebih kurang 2 meter. Banjir tersebut dipicu oleh meluapnya sungai Batang Lakitan.

 

Sementara di Kecamatan Batang Kapas,  banjir dengan ketinggian kurang lebih 120 centimeter,  merendam ratusan   rumah warga  yang ada di Nagari Kampung Jambak, Nagari IV Koto Ilir, serta Kampung Gurun Lae, Nagari Sungai Nyalo.

 

“Banjir di Kecamatan Batang Kapas merendam 10 hektare lahan pertanian, kemudian juga   mengakibatkan akses jalan dari 4 Nagari menuju Pasar Kuok terputus sementara,” ucapnya.

 

 

Rumainur melanjutkan, banjir juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan.  Disana, banjir bahkan berdampak terhadap 80 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di Nagari Kampuang Tangah dan Simpang Gunung. “Banjir yang terjadi di dua Nagari Kecamatan Rahul ini, merendam 10 hektare sawah dan 2 ton sawit siap panen,” jelasnya.

 

Lalu di Kecamatan Ampek Basa Balai Tapan, banjir bahkan dilaporkan berdampak terhadap 150 KK yang mendiami 4 Nagari, yaitu Nagari Batang Arah, Dusun Baru, Nagari Tapan dan Tanjung Pondok.

 

“Hingga pagi tadi (Minggu, red), kondisi air masih bertahan dan cenderung naik. Akses jalan banyak yang terputus akibat tingginya debit air. Namun sampai sejauh ini belum ada korban Jiwa. BPBD Pesisir Selatan masih terus melakukan pendataan,” ungkapnya.

 

 

Ia menambahkan, banjir juga diketahui merendam 4 Nagari yang ada di Kecamatan Koto XI Tarusan. Yakninya di Nagari  Cumateh duku, Kampung Parak Kapuh, Sawah Liek Kapuh Utara dan Surau Anjuang Jinang Kampuang.

 

“Banjir merendam dan   berdampak terhadap  rumah yang dihuni 133 KK  di Cumateh dan Kampung Benteng,  9 KK   di Kapuh, 23 KK di Kapuh Utara, 93 KK di Jinang Kampung Pansur serta 5 KK di Nanggalo,” jelasnya.

 

Sejumlah Ruas Jalan di Agam Putus Tertimbun Longsor

Selain memicu terjadinya banjir  di Kabupaten Pesisir Selatan, tingginya curah hujan, diketahui juga telah menyebabkan tiga akses jalan  penghubung yang  ada di Kabupaten Agam, tertimbun material longsoran.

 

“Material longsoran menutup akses jalan  di tiga lokasi di Kabupaten Agam, yaitu di Kecamatan Malalak, Kecamatan Ampek Nagari, dan Palembayan,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Agam, Bambang Warsito, kepada ONTIME.ID.

 

Bambang menjelaskan,  longsor yang terjadi di Kecamatan Malalak, tepatnya terjadi di Jorong Ambacang, Nagari Malalak Timur. Di sana,  material longsoran yang menutup akses jalan, bahkan mencapai ketinggian 1 meter dengan panjang lebih kurang 15 meter.

 

“Hingga saat ini akses jalan tersebut masih belum bisa dilewati. Baik oleh kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Personel BPBD Kabupaten Agam sudah berada di lokasi untuk melakukan pembersihan,” ungkapnya.

 

Lalu di Kecamatan Ampek Nagari, kata Bambang, material longsoran diketahui sempat menutup akses jalan, menutup saluran irigasi serta menimpa satu buah tiang telekomunikasi. “Meski sempat terhambat sementara, namun sejak pukul 07.50 WIB pagi,  akses jalan telah bisa dilalui kembali dan arus lalu lintas telah kembali normal,” ungkapnya.

 

 

Ia menambahkan, titik longsor terparah di Kabupaten Agam adalah di Kecamatan Palembayan. Bahkan menurutnya, ukuran material longsoran disana bahkan mencapai ukuran panjang 10 meter dengan ketebalan 2 meter.

 

“Akibatnya akses jalan dari Matur menuju Padang Koto Gadang, sampai saat ini masih terputus total sementara. Upaya  pembersihan juga masih terus dilakukan oleh BPBD dan unsur terkait setempat,” pungkas Bambang Warsito.

 

Ratusan, Ibu Hamil, Lansia dan Balita Mengungsi

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Padang Pariaman, Budi Mulya, menyampaikan, tingginya curah hujan yang melanda wilayah tersebut sepanjang Sabtu hingga Minggu kemarin, telah memicu terjadinya bencana banjir, longsor dan pohon tumbang di sejumlah lokasi.

 

 

Akibatnya, ratusan  masyarakat, termasuk puluhan Lansia, balita dan ibu hamil, harus mengungsi di tempat-tempat ibadah maupun rumah sanak saudara lantaran rumah mereka terendam banjir

 

“Banjir merendam ratusan rumah warga di 15 korong yang tersebar di  10 nagari di Kabupaten Padang Pariaman. Ketinggian banjir bervariasi. Saat ini air sudah mulai surut. Namun, warga  terdampak ada yang mengungsi ke masjid dan rumah kerabat,” ujarnya kepada ONTIME.ID Minggu (7/5).

 

Berdasarkan keterangan resmi tertulis yang ONTIME.ID terima, Jorong Baruah dan Rajang, Nagari Kampuang Galapung Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, merupakan salah satu daerah  paling terdampak parah.

 

“Banjir dengan ketinggian air 80 hingga 200 centimeter menyebabkan lebih kurang 90 Unit rumah terendam dan 143 Orang mengungsi.  Terdiri dari 60 lansia, 70 balita dan 10 orang ibu hamil,” kata Budi Mulya dalam keterangannya.

 

Sementara di Kampuang Koto, Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Lanjut Budi, sebanyak 15 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian 100 hingga 120 sentimeter. Akibatnya 50 KK yang didalamnya termasuk 7 Lansia dan 20 Balita, harus mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.

 

Kondisi yang sama, juga dialami oleh masyarakat yang ada di 5 Jorong Nagari Manggopoh Palak Gadang, Kecamatan. Ulakan Tapakis. Disana, banjir dengan ketinggian 100 hingga 120 sentimeter, telah berdampak terhadap 300 KK.

 

“Banjir dengan ketinggian variatif juga merendam puluhan rumah, tempat ibadah, kantor pemerintahan dan sawah yang ada di sejumlah lokasi lainnya. Saat ini air sudah mulai surut dan alhamdulilah sampai saat ini masih belum ada laporan  korban jiwa,” ujar Budi.

 

Ia juga menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat pemerintahan setempat sembari terus melakukan evakuasi maupun pendataan terhadap para korban. “Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa. Meski begitu pendataan dan evakuasi masih terus berlangsung. Perkembangan situasi  terbaru nanti akan disampaikan,” tutupnya.

 

Sejumlah warga tengah melintas di genangan banjir di kawasan Nagari Kampung Galapuang, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, Minggu (7/5). Hujan yang turun selama dua hari mengakibatkan banjir disejumlah daerah di Sumatera Barat.

 

Balita Tiga Tahun Hanyut

Sementara itu di Kota Padang sendiri hujan deras yang terjadi sejak Sabtu hingg Minggu mengakibatkan balita 3 tahun, Zalina, yang hanyut di selokan di Jalan Hercules, RT06/RW03, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Zalina yang hilang semenjak Sabtu (6/5/2023) malam saat bermain di depan rumahnya, ditemukan Minggu (7/5/2023) siang di dekat jembatan di Jalan Dadok Raya yang cukup jauh dari rumahnya oleh tim gabungan dari BPBD, Tagana, dan Basarnas Kota Padang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik mengatakan, korban bernama Zalina (3) berjenis kelamin perempuan. “Untuk saat ini korban sudah berhasil ditemukan dengan kondisi meninggal dunia,” kata Abdul Malik, Minggu sore.

 

Kata dia, korban ditemukan sejauh satu kilometer dari lokasi awal atau pertama kejadian dilaporkan hanyut.

“Selanjutnya jenazah korban dievakuasi untuk dibawa ke rumah duka sekitar pukul 13.00 WIB,” kata Abdul Malik. Abdul Malik menjelaskan korban ditemukan dengan cara melakukan penyisiran di dalam got atau gorong-gorong. (vand)