Direktur Keuangan SIDO Leonard mengatakan, pertumbuhan ini menandakan adanya pemulihan pasar ekspor yang sempat melemah akibat pandemi.
“Eksekusi inisiatif strategis yang cepat dan tanpa henti untuk meningkatkan posisi di pasar serta menciptakan sistem ekonomi yang lebih luas dengan melakukan perluasan ekspor hingga negara Nigeria,” kata Leonard pekan lalu.
Menurut dia, SIDO telah memulai fokus ekpor sejak tahun 2019 di negara Malaysia, Filipina dan Nigeria. Perseroan menyiapkan strategi ekspansi ke negara-negara baru yang ditargetkan mulai tahun ini dengan menyasar negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Afrika Barat sebagai target utama.
“Tahun ini kami juga akan fokus pada pengembangan produk baru khususnya R&D untuk mengembangkan minyak atsiri berkualitas lebih tinggi dan mengeksplorasi target potensial pasar (Uni Eropa dan Amerika Serikat),” ujarnya.
Lebih lanjut, Leonard membeberkan bahwa SIDO juga meningkatkan kontribusi pasar internasional dengan kinerja ekspor yang meningkat 86 persen setelah Nigeria dan penjualan di pasar Malaysia pulih, serta kontribusi minyak esensial.
“Banyak local traders di Nigeria yang membeli dari seller dan retail Indonesia. Jika terus kita kembangkan, maka ini akan menjadi peluang dan potensi ekspor yang lebih meningkat,” ujarnya. (red)













