PADANG, ONtime.ID — Himbauan Kapolri Jenderal Pol. Listiyo Sigit Prabowo terkait penindakan tegas secara hukum untuk para Debt Collector, rupanya bukan hal yang menakutkan bagi para oknum Debt Collector.
Pasalnya, telah terjadi lagi usaha perampasan yang dilakukan oleh oknum debt collector terhadap wakil pimpinan redaksi ontime.id yang berlokasi di daerah Sawahan, Kota Padang, Jumat, (17/7)
Kronologi kejadian korban pulang dari Lapas Sijunjung dan mengantarkan AKP Ananda Putra pelatih di SPN Padang besi, setelah mengantarkan AKP Ananda putra untuk melepas lelah korban (wakil pimpred ontime.id) pergi mencari makan ke daerah taplau jalan samudra.
Tepatnya di depan rusunawa Purus di jalan samudra, korban dicegat di jalan dengan menggunakan mobil calya silver plat nomor BA 1915 dan salah satu dari rekan mereka turun dan menanyakan masalah mobil yang digunakan korban.
Lalu korban menjawab, “untuk masalah mobil saya tidak tahu, kalau ingin tahu saya tunggu di axana depan denpom”, ujar korban. Lalu korban pergi dan menunggu di depan aksana di depan kantor denpom namun pelaku tidak kunjung datang.
Lalu korban berniat untuk pulang, sampai di lokasi kejadian di daerah Sawahan Simpang lampu merah tepatnya berseberangan jalan dengan lontong Abang sayang depan PLN Sawahan, korban dicegat beramai-ramai sekitar pukul 16.00 sore.
Dengan menggunakan lebih dari 4 sepeda motor dan mobil calya warna hitam, lalu korban bertanya lagi, “urusan kalian dengan saya apa”, mereka menjawab “siapa yang menjawab ikut ke kantor dulu”.
Dua diantara mereka berkukuh mau merampok mobil dan mau masuk ke dalam mobil, lalu korban keluar dan mengunci pintu serta mematikan mesin mobil dan mengunci setir, terjadilah perkelahian.
Pelaku mengatakan tidak peduli siapapun di belakang korban, karena terjadi keributan lebih dari 8 orang yang dihadapi korban, koban tidak hilang akal, tempat yang aman bagi korban adalah masuk ke dalam mobil, dengan menghidupkan mesin mobil mundur ke belakang lalu banting setir kabur.
Pelaku mengejar korban sampai ke dalam gang perumahan Sawahan depan SPBU dan meneriakin korban sepanjang jalan dengan sebutan, maling maling ,,maling, sampai akhirnya korban tidak memperdulikan nyawa orang lain yang akan ditabrak oleh korban karena ketakutan dikejar oleh pelaku beramai-ramai dengan menggunakan sepeda motor.
Sampai akhirnya lari sekian jauh, pelaku mencari perlindungan dan mengamankan mobil tersebut di halaman parkiran kantor denpom depan axana, menjelang pemilik mobil datang, namun para pelaku tidak berani masuk ke halaman dan menunggu di depan hotel bumi Minang, karena beberapa rekan-rekan korban anggota pemuda Pancasila, dan ada berapa orang anggota polisi militer datang untuk mengamankan dan menenangkan kejadian.
Pelaku beramai-ramai kabur, namun sampai saat ini korban trauma karena diteriakin maling sepanjang jalan, seandainya, terjadi hukum rimba dan main hakim sendiri di jalan, korban dibakar massa atau dihakimi massa, apa jadinya.
Setelah korban memperlihatkan dan memberitahukan kepada rekan-rekan dan teman-teman korban, ternyata pengakuan dari salah seorang teman korban, teman korban sedang mencari salah satu dari mereka yang telah menipu teman korban.
Pesan korban yang saat ini sedang trauma untuk masyarakat, dan pesan untuk para penegak hukum khususnya polri,, jangan gara-gara ulah mereka para depkolektor, ujung-ujungnya polri lagi yang difitnah.
Seperti banyaknya kejadian terkadang yang lain yang berbuat polisi yang dituduh, harapan korban kepada POLRI khususnya Polda Sumatera Barat agar pemberantas habis para depkolektor, yang dengan beraninya main paksa ngambil barang orang di jalan. (def)













