JAKARTA, ONTIME.ID- Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana (IWW) dinyatakan terlibat dalam kasus ekspor minyak goreng dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Atas adanya persoalan ini, Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mengusulkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dipanggil untuk rapat kerja di DPR.
“Kita minta keterangan, terkait apa yang terjadi. Kenapa bisa ditetapkan sebagai tersangka, ada apa dengan Kemendag. Saya usulkan ke pimpinan Komisi VI DPR agar meminta izin pimpinan DPR agar kita bisa melakukan rapat kerja dengan Menteri Perdagangan untuk meminta klarifikasi dan keterangan mengenai kondisi ditetapkan tersangka Dirjen Perdagangan Luar Negeri,” kata Andre legislator asal Sumatra Barat itu, di Jakarta Kamis (21/4).
Di sisi lain, Andre Rosiade mengaku kaget atas terlibatnya Dirjen Daglu Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana dalam kasus ekspor minyak. Andre memang sempat heran dengan polemik minyak goreng yang terjadi di Indonesia.
Menurut Ketua DPD Gerindra Sumbar pihaknya memang sejak awal sudah mengendus ada yang aneh dengan polemik minyak goreng beberapa bulan terakhir ini. Dia heran lantaran minyak goreng menjadi langka padahal produksi minyak goreng nasional Indonesia surplus hingga 11 miliar liter per tahun.
“Kan sudah kita bilang dari awal, bahwa kebutuhan minyak goreng nasional setahun hanya 5,7 miliar liter, produksi kita 16 miliar liter, berarti kita surplus minyak goreng 10-11 miliar liter minyak goreng. Pertanyaannya, kenapa minyak goreng nggak ditemukan?” ujar Andre menanyakan.
Bahkan, sebutnya, ditambah Indonesia adalah produsen terbesar CPO dunia, 49 juta ton. “Kan lucu. Kayak tikus mati di lumbung padi, itu yang terjadi di kita sekarang,” kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) Ini.
Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengumumkan penetapan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana sebagai tersangka. Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor (MPT), Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Grup, Stanley MA (SMA), dan General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas, Picare Togare Sitanggang (PT).
Burhanuddin menyebut perbuatan para tersangka diduga menyebabkan kerugian perekonomian negara. Namun dia belum menjelaskan berapa total kerugian itu.
“Perbuatan para tersangka tersebut mengakibatkan timbulnya kerugian perekonomian negara atau mengakibatkan kemahalan serta kelangkaan minyak goreng sehingga terjadi penurunan konsumsi rumah tangga dan industri kecil yang menggunakan minyak goreng dan menyulitkan kehidupan rakyat,” kata Burhanuddin.
Sementara itu, Ketua DPR, Puan Maharani menyatakan bakal memangil Menteri Perdagangan M Lutfi pada pekan depan. Pemanggilan ini untuk menanyakan permasalahan minyak goreng yang dihadapi oleh masyarakat.
Puan mengatakan, salah satu yang akan disinggung dalam pemanggilan itu adalah situasi terkini pasca Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO). Salah satu di antaranya adalah Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana.
“Ya tentu saja untuk menanyakan carut-marut kelangkaan migor dan masalah internal yang terjadi. Kenapa kemudian bisa seperti ini?” kata Puan di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta Jumat (22/4).
Mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu memastikan bahwa pemanggilan Mendag Lutfi masih sesuai rencana yang telah diumumkan. Yakni dilakukan pada pekan depan saat DPR masih reses.
“Insya Allah saya dapat laporannya mungkin minggu depan akan ada rapat dengan Mendag di masa reses,” katanya. (*/red)













