JAKARTA, ONtime.ID — Pemerintah menggelontorkan anggaran tunjangan hari raya (THR) sebesar Rp55 triliun bagi aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri pada 2026.
Nilai ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp49,4 triliun, sekaligus menegaskan strategi pemerintah mengerek belanja negara sejak awal tahun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pencairan THR akan dimulai pada awal Ramadan, meski tanggal pasti masih menunggu keputusan teknis pemerintah.
[irp posts=”34006″ ]
“Saya enggak tahu tanggal pastinya, yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa disalurkan,” ujar Purbaya di Wisma Danantara, dikutip Ahad (15/2/2026).
Pencairan THR akan dilakukan melalui peraturan pemerintah (PP) yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto. Skema penyaluran diperkirakan mengikuti pola tahun sebelumnya, ketika pemerintah menerbitkan Kementerian Keuangan PP Nomor 11 Tahun 2025 untuk mengatur pemberian THR dan gaji ke-13 bagi sekitar 9,4 juta aparatur negara.
Berdasarkan ketentuan tersebut, komponen THR mencakup gaji pokok, tunjangan melekat, serta tunjangan kinerja sebesar 100 persen bagi ASN pusat, prajurit TNI-Polri, dan hakim. Untuk ASN daerah, skema yang digunakan sama, namun besaran akhir disesuaikan dengan kemampuan fiskal masing-masing pemerintah daerah. Sementara pensiunan memperoleh THR setara uang pensiun bulanan.
[irp posts=”34003″ ]
Kenaikan anggaran THR tahun ini tidak sekadar kebijakan rutin tahunan, melainkan bagian dari strategi fiskal agresif pemerintah untuk mendongkrak konsumsi dan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi triwulan I berada di kisaran 5,4 hingga 6 persen.
Selain THR, belanja negara juga difokuskan pada percepatan program Makan Bergizi Gratis dan paket stimulus ekonomi lainnya. Pemerintah berharap dorongan belanja sejak awal tahun dapat menjaga momentum konsumsi domestik dan mengangkat pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 6 persen pada 2026—lebih tinggi dibanding realisasi 2025 yang tercatat 5,11 persen.
[irp posts=”34000″ ]
Lonjakan anggaran THR ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah mengandalkan belanja fiskal sebagai mesin utama penggerak ekonomi, di tengah tekanan global dan perlambatan konsumsi yang masih membayangi. (*)













