PASAMAN, ONtime.ID – Pemerintah Kabupaten Pasaman bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman terus memperkuat fondasi pembangunan berbasis data. Langkah tersebut ditandai dengan pencanangan Program Desa/Nagari Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 yang menetapkan tiga nagari sebagai lokus baru penguatan tata kelola data, yakni Nagari Durian Tinggi, Nagari Panti Selatan, dan Nagari Pauh.
Pencanangan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Lubuk Sikaping, Kamis (23/4/2026), menjadi bagian dari upaya memperluas implementasi program setelah sebelumnya diterapkan di Nagari Jambak dan Nagari Tanjung Beringin.
Wakil Bupati Pasaman, Parulian, menegaskan bahwa kualitas data di tingkat nagari kini menjadi faktor strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah. Menurutnya, tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik, perubahan iklim hingga percepatan transformasi digital, menuntut pemerintah memiliki data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Data yang berkualitas di tingkat nagari merupakan fondasi dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Dengan data yang baik, pemerintah dapat menekan angka kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pasaman,” ujar Parulian.
Ia menilai nagari bukan lagi sekadar objek pendataan, melainkan harus menjadi pelaku utama dalam mengelola informasi yang menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah.
Menurut Parulian, peran nagari akan semakin penting karena dalam waktu dekat pemerintah akan melaksanakan Registrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Kedua agenda nasional tersebut membutuhkan dukungan data yang valid hingga ke tingkat jorong dan nagari.
Ia menjelaskan, DTSEN akan menjadi basis data terpadu dalam penyusunan kebijakan perlindungan sosial agar bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran. Sementara Sensus Ekonomi 2026 akan memotret kondisi perekonomian masyarakat, termasuk potensi usaha yang berkembang di setiap wilayah.
Meski demikian, Parulian mengakui masih terdapat tantangan besar, terutama terkait kapasitas sumber daya manusia di tingkat nagari dalam mengelola data secara profesional.
“Kualitas data sangat ditentukan oleh kemampuan aparatur nagari, mulai dari proses pengumpulan, pengolahan hingga pemanfaatannya. Karena itu peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda,” katanya.
Melalui Program Desa Cantik, lanjutnya, pemerintah ingin membangun budaya kerja berbasis data sehingga setiap kebijakan pembangunan memiliki dasar yang jelas dan terukur.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pasaman, Nita Andriyani, mengatakan Program Desa Cantik merupakan implementasi amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik serta Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, yang menugaskan BPS melakukan pembinaan statistik hingga ke tingkat desa dan nagari.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya meningkatkan literasi statistik aparatur pemerintahan nagari, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam menyusun profil nagari, publikasi statistik, hingga pengelolaan website berbasis data.
“Melalui Desa Cantik, nagari didorong mampu menghasilkan data yang valid dan berkualitas sehingga pembangunan dapat direncanakan secara lebih tepat sasaran,” ujar Nita.
Ia menjelaskan, perjalanan Program Desa Cantik di Pasaman telah dimulai sejak 2024 melalui Nagari Jambak dan Nagari Tanjung Beringin. Tahun ini, tiga nagari yang ditetapkan diharapkan mampu menjadi contoh dalam pengelolaan statistik tingkat nagari.
Selain menghasilkan monografi dan publikasi statistik, program tersebut juga akan melahirkan agen statistik di setiap nagari yang mendapatkan pembinaan langsung dari BPS. Aparatur nagari juga berpeluang memperoleh penghargaan atas keberhasilan dalam penyelenggaraan statistik desa.
Nita berharap Nagari Durian Tinggi, Nagari Panti Selatan, dan Nagari Pauh mampu menjadi model pengelolaan data berbasis statistik di Kabupaten Pasaman, sekaligus memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan DTSEN maupun Sensus Ekonomi 2026.
“Target akhirnya adalah terciptanya kemampuan nagari dalam mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat sehingga pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Pencanangan Program Desa Cantik 2026 ditandai dengan pemukulan beduk oleh Wakil Bupati Parulian bersama Kepala BPS Kabupaten Pasaman, Nita Andriyani. Kegiatan tersebut turut disaksikan Kepala Dinas Kominfo Fatrizon, Kepala DPM Teddy Marta, Sekretaris Bappeda Rahmat Gusveri, Camat Lubuk Sikaping, Camat Panti, serta para wali nagari dari Durian Tinggi, Panti Selatan, dan Pauh.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemasangan pin kepada agen-agen statistik dari tiga nagari sebagai simbol dimulainya penguatan tata kelola data hingga ke tingkat pemerintahan nagari. (agus)













