Kab. Padang Pariaman

Tragedi di Balik Kemeriahan Pacuan Kuda Padang Pariaman

674
×

Tragedi di Balik Kemeriahan Pacuan Kuda Padang Pariaman

Sebarkan artikel ini
Pacuan Kuda
Tragedi di Balik Kemeriahan Pacuan Kuda Padang Pariaman

PADANG PARIAMAN, ONtime.ID — Gubernur Sumbar didampingi Kapolda membuka secara resmi Iven Pacu Kuda di gelanggang “pacu kudo” di Korong Duku Banyak Nagari Balah Aie Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman, pada Sabtu (5/04/2025).

Puluhan ribu warga tumpah ruah di Lapangan Pacuan Kuda, pengunjung yang datang dari berbagai daerah, termasuk perantau yang sedang pulang kampung saat libur lebaran.

Sejak pagi, masyarakat silih berganti datang menyaksikan perlombaan tradisional yang selama ini dinantikan. Suasana ramai itu terjadi menyusul digelarnya kembali Pacu Kudo yang telah sembilan tahun tidak terlaksana di daerah tersebut.

Satu Penonton Meninggal Dunia

Kemeriahan acara pacuan kuda yang diselenggarakan selama dua hari, 5 hingga 6 April 2025, di Korong Duku Banyak, Nagari Balah Aie, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman, berakhir dengan duka mendalam.

Seorang penonton bernama Syahrial (60th) dilaporkan meninggal dunia akibat dehidrasi dan kelelahan. Selain itu, beberapa penonton lainnya mengalami cedera setelah ditabrak kuda yang lepas kendali.

Menurut saksi mata, Syahrial yang diketahui berasal dari daerah sekitar tiba-tiba terjatuh dan kehilangan kesadaran di tengah kerumunan penonton. Meski sempat mendapat pertolongan, nyawanya tidak tertolong. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kematiannya, namun pihak keluarga menyampaikan kekecewaan atas minimnya fasilitas medis di lokasi acara.

Peristiwa nahas ini sontak menyita perhatian publik dan menimbulkan kekhawatiran soal standar keselamatan dalam penyelenggaraan event yang digelar oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Padang Pariaman tersebut.

Panitia Penyelenggara Dinilai Lalai

Insiden ini menyoroti kelalaian Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Padang Pariaman selaku panitia penyelenggara dalam memastikan keamanan dan keselamatan penonton. Kurangnya pengamanan di sekitar lintasan pacuan diduga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.​

Pihak berwenang diharapkan segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden ini dan mengambil langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Keselamatan penonton dan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan acara olahraga tradisional seperti pacuan kuda.

“Ini bukan semata-mata soal hiburan dan budaya. Keamanan penonton harus menjadi prioritas utama. Panitia, dalam hal ini Dispora Padang Pariaman, tampaknya lalai dalam memastikan standar keselamatan bagi publik yang hadir,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Kritik juga datang dari berbagai elemen masyarakat yang menilai bahwa penyelenggaraan event skala besar seperti pacuan kuda harus disertai dengan manajemen risiko yang matang, mulai dari penyediaan jalur evakuasi, tenaga medis siaga, hingga pembatas arena yang memadai.

Media ini berusaha menghubungi Muhammad Fadly selaku kepala Disparpora Padang Pariaman, namun hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari pihak Disparpora Padang Pariaman terkait insiden-insiden yang terjadi selama event berlangsung.

Meskipun pacuan kuda memiliki nilai budaya tinggi dan potensi menggerakkan ekonomi lokal, tragedi ini menjadi pengingat penting bahwa aspek keselamatan dan perlindungan bagi masyarakat harus menjadi perhatian utama dalam setiap kegiatan publik. (vand)