Olahraga

Trofi Piala Dunia Menyapa Jakarta, Indonesia Hanya Jadi Penonton?

226
×

Trofi Piala Dunia Menyapa Jakarta, Indonesia Hanya Jadi Penonton?

Sebarkan artikel ini
Trofi
Trofi Piala Dunia Menyapa Jakarta, Indonesia Hanya Jadi Penonton?

JAKARTA, ONtime.ID — Sebuah momen langka dan bersejarah akhirnya hadir di Tanah Air. Trofi asli Piala Dunia FIFA, simbol supremasi tertinggi sepak bola global, resmi mendarat di Jakarta dan menyedot perhatian ribuan penggemar sepak bola Indonesia.

Menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juni mendatang, trofi emas ikonik tersebut dipamerkan dalam agenda Coca-Cola FIFA World Cup Trophy Tour di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (22/1/2026). Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang mendapat kehormatan disinggahi trofi paling prestisius di dunia olahraga itu.

Kehadiran trofi Piala Dunia di Jakarta turut dihadiri sejumlah tokoh penting nasional dan internasional. Tampak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha, serta CEO Coca-Cola Indonesia Xavi Selga. Kehadiran para pejabat tersebut menegaskan besarnya minat dan potensi pasar sepak bola Indonesia di mata dunia.

Sorotan utama acara tertuju pada kehadiran Gilberto Silva, legenda Timnas Brasil dan bagian dari skuad juara Piala Dunia 2002. Mantan gelandang bertahan itu mendapat kehormatan istimewa membuka selubung trofi Piala Dunia—sebuah hak eksklusif yang hanya diberikan kepada para juara Piala Dunia dan tokoh tertentu, mengingat trofi tersebut tidak boleh disentuh sembarang orang tanpa sarung tangan.

“Kesempatan memenangkan Piala Dunia bersama Brasil adalah pengalaman yang luar biasa,” ujar Gilberto Silva saat berbincang di hadapan publik JICC.
“Karena ketika kita menang, itu bukan untuk diri sendiri, tapi untuk negara, orang tua, keluarga, dan seluruh rakyat,” lanjutnya.

Gilberto Silva merupakan salah satu pilar utama keberhasilan Brasil meraih gelar juara Piala Dunia 2002, yang hingga kini masih menjadi gelar terakhir Tim Samba di ajang tersebut. Perannya sebagai pengatur keseimbangan di lini tengah menjadikannya figur sentral dalam sejarah kejayaan Brasil.

Ia juga menekankan bahwa nilai trofi Piala Dunia jauh melampaui ukuran fisiknya. Meski berbobot sekitar 6 kilogram, maknanya dinilai tak terukur.

“Secara ukuran mungkin kecil, tapi artinya sangat besar bagi banyak negara dan jutaan orang di dunia. Fans Brasil ada di India, Jepang, Korea Selatan, dan banyak negara lain. Saat kami menang, kami membawa harapan mereka,” ucap Silva.

Pameran trofi Piala Dunia di JICC dibuka untuk umum hingga pukul 22.00 WIB, dan menjadi magnet bagi pengunjung dari berbagai kalangan. Antusiasme tinggi publik Indonesia menunjukkan besarnya kecintaan terhadap sepak bola, meskipun Timnas Indonesia hingga kini belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia.

Sebelum singgah di Jakarta, trofi Piala Dunia lebih dulu hadir di Malaysia, dan selanjutnya akan melanjutkan perjalanan ke Thailand, sebelum berakhir di Mexico City, lokasi laga pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan.

Kehadiran trofi Piala Dunia di Indonesia menjadi simbol mimpi besar sekaligus pengingat getir: antusiasme publik begitu tinggi, namun jalan Indonesia menuju panggung tertinggi sepak bola dunia masih panjang dan penuh pekerjaan rumah. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID