Kab. Padang Pariaman

Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman Firman Dampingi PKB Sumbar Salurkan Bantuan

65
×

Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman Firman Dampingi PKB Sumbar Salurkan Bantuan

Sebarkan artikel ini
PKB
Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman Firman Dampingi PKB Sumbar Salurkan Bantuan

PADANG PARIAMAN, ONtime.ID — Kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan Islam pascakebakaran ditunjukkan jajaran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat. Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Sumbar bersama jajaran DPC PKB Kabupaten Padang Pariaman mendatangi Pondok Pesantren Bustanul Yaqin untuk melihat langsung kondisi pesantren sekaligus menyerahkan bantuan sosial.

Kunjungan kemanusiaan tersebut dipimpin Ketua DPW PKB Sumatera Barat, Firdaus. Dalam rombongan itu turut hadir Sekretaris Dewan Syuro DPW PKB Sumbar, Buya Drs. Idarussalam Tuanku Sutan, serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman yang juga Ketua DPC PKB Padang Pariaman, Firman.

Turut mendampingi, Sekretaris DPC PKB Padang Pariaman, Nurdin Tuanku Sutan.

Kehadiran jajaran PKB tersebut merupakan bentuk respons terhadap musibah kebakaran yang sebelumnya melanda lingkungan Pondok Pesantren Bustanul Yaqin. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu meringankan beban pesantren dalam memulihkan fasilitas pendidikan yang terdampak.

Lebih dari sekadar menyerahkan bantuan, kunjungan tersebut menjadi pesan bahwa musibah yang menimpa lembaga pendidikan tidak boleh membuat proses pendidikan berhenti. Pesantren tetap memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan para santri dapat melanjutkan proses belajar meski kondisi fasilitas belum sepenuhnya kembali normal.

Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman, Firman, yang juga memimpin DPC PKB Padang Pariaman, turut mendampingi rombongan DPW PKB Sumbar dalam kunjungan tersebut.

Bagi Firman, kehadiran langsung di lokasi menjadi bagian penting dari kepedulian terhadap masyarakat. Apalagi, pesantren bukan hanya tempat berlangsungnya kegiatan pendidikan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, moral dan nilai keagamaan generasi muda.

Rombongan PKB disambut Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bustanul Yaqin, Buya Dr. Rahamat Sulaiman, bersama Pimpinan Pondok, Buya Dr. Zainal. Pengurus pesantren dan para santri juga turut menyambut kedatangan rombongan.

Di tengah keterbatasan akibat kebakaran, aktivitas pendidikan di pesantren tetap berupaya berjalan. Kondisi tersebut menunjukkan keteguhan pengelola dan para santri untuk mempertahankan kegiatan belajar mengajar meski sejumlah fasilitas belum pulih sepenuhnya.

Musibah kebakaran tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik. Bagi lembaga pendidikan seperti pesantren, kerusakan fasilitas juga dapat berdampak langsung terhadap kenyamanan dan keberlangsungan proses belajar para santri.

Karena itu, dukungan berbagai pihak menjadi penting. Bantuan pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha maupun elemen masyarakat lainnya diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berlangsung secara normal.

Kunjungan DPW dan DPC PKB tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi antara struktur partai di tingkat provinsi dan kabupaten dalam merespons persoalan sosial di tengah masyarakat.

Namun, bantuan pascakebakaran tentu tidak boleh berhenti pada satu kali kunjungan. Pemulihan fasilitas pendidikan membutuhkan proses dan dukungan berkelanjutan, terutama apabila tingkat kerusakan cukup besar.

Keluarga besar Pondok Pesantren Bustanul Yaqin diharapkan tetap diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi musibah tersebut. Bantuan yang diberikan juga diharapkan menjadi pemantik kepedulian dari berbagai pihak untuk bersama-sama membantu proses pembangunan kembali fasilitas pesantren.

“Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kesabaran kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Bustanul Yaqin serta mengganti musibah ini dengan keberkahan dan kemudahan,” demikian harapan yang disampaikan dalam kunjungan tersebut.

Bagi para santri, keberlanjutan proses belajar menjadi hal yang jauh lebih penting daripada sekadar pemulihan bangunan. Sebab, setiap ruang kelas dan fasilitas pesantren pada akhirnya memiliki tujuan utama: memastikan pendidikan tetap hidup dan generasi muda tetap memiliki tempat untuk menimba ilmu serta membangun akhlak.

Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan proses pemulihan berjalan nyata. Kebakaran telah merusak fasilitas, tetapi semangat pendidikan tidak boleh ikut terbakar. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID