Kab. Padang Pariaman

Wamentan RI Harvick Hasnul Qolbi Kunjungi Padang Pariaman

300
×

Wamentan RI Harvick Hasnul Qolbi Kunjungi Padang Pariaman

Sebarkan artikel ini
Wamentan
Wamentan RI Harvick Hasnul Qolbi, Wakil Gubernur Sumbar, Bupati Padang Pariaman melakukan penanaman Padi saat berkunjung ke Padang Pariaman, Kamis (23/2).

PADANG PARIAMAN, ONTIME.ID—Setidaknya ada tiga strategi khusus yang disiapkan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) dalam mempertahankan keberlanjutan produksi pertanian Indonesia sebagai langkah antisipasi menghadapi krisis pangan global.

“Tiga strategi itu yakni peningkatan kapasitas produksi melalui menekan inflasi, melakukan substitusi komoditas impor melalui pemanfaatan sumber daya tanaman lokal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan meningkatkan kapasitas ekspor,” ujar Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi di sela-sela kunjungan kerjanya ke Padang Pariaman, Sumatera Barat, kemarin.

Untuk meningkatkan kapasitas ekspor. Menurutnya Indonesia memiliki beberapa komoditas lokal yang dilirik pasar dunia. Selain tiga strategi di atas, Kementan juga selalu menerapkan teknologi pada sektor pertanian untuk mendukung inovasi-inovasi baru, termasuk pengembangan varietas padi yang tahan terhadap perubahan iklim.

“Melalui Litbang Pertanian, rata-rata kami menyiapkan benih tiga tahun terakhir 216 ribu ton. Bahkan di 2021 lalu, hampir 400 ribu ton benih sumber. Ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan bibit di atas 10 juta hektare luas lahan kita,” ujarnya.

Dikatakan putra Tanah Datar ini, 3 tahun ini pertanian memberikan kontribusi yang sangat besar, ekspor pertanian meningkat, Nilai Tukar Petani (NTP) juga meningkat.

Berdasar data yang diterima ONTIME.ID, diketahui bahwa, Pada Triwulan (TW) II 2020, PDB Sektor Pertanian tumbuh positif 16,24% dan terus berlanjut pada 2022. Nilai Tukar Petani (NTP) terus membaik, bahkan pada penutupan tahun 2022 (Desember 2022) mencapai 109,0. Ekspor pertanian juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan.

Tahun 2020 ekspor produk pertanian Rp 451,8 triliun, meningkat sebesar 15,79% dibandingkan tahun 2019 Rp 390,2 triliun. Pada tahun 2021, ekspor pertanian mencapai Rp 616,35 triliun, meningkat 36,2% dibandingkan tahun 2020. Begitu juga tahun 2022, ekspor produk pertanian mencapai Rp 658,18 triliun dan meningkat 6,79% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2021.

Kementerian Pertanian juga terus mendorong pemanfaatan KUR dalam mengakselerasi pembangunan pertanian, terbukti selama 2020-2022 kinerja KUR bidang pertanian menggembirakan. Progres kinerja pembiayaan kur sektor pertanian meningkat, di tahun 2022 khususnya untuk kur perkebunan mencapai 30.08 T. Selain itu diketahui bahwa dari data BPS produksi beras nasional naik tembus 31.66 juta ton.

Menyikapi 2023 ini, Kementan selain tetap menjalankan program-program peningkatan produksi pangan yang selama ini telah berjalan dengan baik, akan memberikan perhatian serius pada peningkatan kapasitas produksi pangan untuk komoditas pertanian pengendali inflasi.

Ia menyampaikan, Butuh strategi jitu hadapi krisis pangan dunia ini, salah satunya dengan peningkatan kapasitas produksi pangan seperti cabai dan bawang merah, sedangkan untuk mengurangi impor seperti kedelai, jagung, gula tebu, dan daging sapi.

Harvick Hasnul Qolbi yang asli Tanah Datar ini, kemarin dan hari ini melakukan kunjungan kerja ke Sumbar untuk memastikan bagaimana program Pemerintah Pusat itu bisa sampai ke daerah. Apalagi Sumbar salah satu daerah yang ikut menggiatkan program ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan.

“Sesuai arahan dari Presiden program dari pusat itu harus sampai ke bawah, apalagi Sumbar daerah yang berkontribusi untuk ketahanan pangan,” kata Harvick.

Serahkan Bantuan

Kunjungan itu tidak terlepas dari bencana banjir dan longsor yang terjadi di Padang Pariaman, dimana akibat bencana itu sejumlah sawah serta lahan pertanian menjadi rusak, sehingga dalam kunjungan itu pihaknya juga memberikan bantuan kepada petani.

“Kelurahan masyarakat tentang kondisi alam ini kita dari pemerintah langsung merespon cepat dengan cara memberikan bantuan alat pertanian serta bibirnya untuk bisa ditanami lagi oleh petani,” katanya.

Dimana sejumlah bantuan itu terdiri dari rehabilitasi jaringan irigasi tersier, Padi Biofortikkasi untuk 500 hektar, corn seller 5 unit, TR2 1 unit, Vultivator 2 unit dan pompa air sebanyak dua unit. Bantuan ini diberikan pada para petani kawasan Rimbo Sianik yang baru melakukan subtisusi penanaman dari jagung ke padi, seluas 2 ribu hektare.

“Bantuan ini adalah bentuk investasi dari Mentan untuk meningkat produktifitas tanaman padi itu nantinya,” katanya.

Melalui bantuan ini Harvick berharap bisa memudahkan para petani bekerja dan memacu gairah petani untuk berkreasi. “Soalnya saya lihat kontur tanah di sini sangat baik, jadi bisa banyak tanaman yang bisa dikembangkan,” katanya.

Selain itu, ia juga menyampaikan Pemerintah harus memberikan respon cepat kepada masyarakat jika terjadi bencana, juga memberikan semangat pada petani agar kembali bangkit setelah bencana.

Wamen juga menyerap aspirasi yang disampaikan sejumlah kelompok tani. Aspirasi mereka terkait kebutuhan pupuk dan mesin pertanian untuk meningkatkan produksi mereka. Saat itu, Wamen langsung meminta masyarakat itu membuatkan permohonannya, dan akan direalisasikan langsung dalam waktu dekat ini.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur bersyukur dengan kedatangan Wamentan itu ke Padang Pariaman, ia berharap dengan kedatangan apa yang disampaikan oleh masyarakat tersebut bisa direalisasikan. “Alhamdullah dengan kedatangan Wamen ini banyak bantuan yang diberikan ke masyarakat Padang Pariaman,” katanya.

Ia juga mengapresiasi respon cepat yang diberikan oleh Wamentan saat berkunjung ke Padang Pariaman, saat mayarakat meminta langsung disuruh melakukan proses pengajuan kepada Kementerian.

“Semoga ini menjadi motivasi bagi para petani kita bagaimana setelah beberapa tahun gagal panen bisa kembali bersemangat untuk mengolah lahan mereka lagi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Padang Pariaman juga  menitipkan sejumlah proposal program dann jenis kebutuhan lainnya pada Wamentan supaya bisa direalisasikan. “Semoga kedatangan Wamentan di tengah kita ini bisa membawa berkah dan terus memajukan pertanian Padang Pariaman,” terangnya.

Dalam kunjungan itu Wamentan, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy serta rombongan juga melakukan panen masal jagung dan melakukan tanam padi secara simbolis di lokasi kunjungan tersebut. (*/vand)