BUKITTINGGI, ONTIME.ID – Sebanyak 10 kader kesehatan perwakilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bukittinggi mengikuti Pelatihan Kader Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi di Lapas Bukittinggi, Kamis (13/10).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kalapas Bukittingi Marten, Kasi Binadik, Nova Herman, Kasubsi Bimaswat, Hasanudin Harahap dan Dokter beserta perawat Klinik Pratama Lapas Bukittinggi.
Kalapas Bukittinggi, Marten memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi beserta jajaran yang telah bersedia dan meluangkan waktu untuk melaksanakan pelatihan ini.
“Saya sampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Dinas Kesehatan atas ketersediaannya dalam melaksanakan kegiatan ini. Besar harapan kami, untuk kedepannya Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi senantiasa ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan di Lapas Kelas IIA Bukittinggi,” kata Marten.
Kegiatan ini jelasnya, merupakan salah satu wujud nyata, bahwa Lapas Bukittinggi berkomitmen untuk memberikan pelayanan kepada WBP, khususnya dalam hal pelayanan kesehatan.
Hadir sebagai pembicara dari Dinas Kesehatan Bukittinggi, Pengawas Resort Program TB HIV Dinkes Bukittinggi, Misdar, AMd. Keb dan Pemegang program TB HIV dari Dinkes Bukittinggi, Ns. Oma Marisa serta didampingi enam petugas dari Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi.
Kader kesehatan yang mengikuti pelatihan itu telah melewati pengecekan kesehatan oleh dokter Klinik Pratama Bukittinggi dan dinyatakan mempunyai kesehatan yang layak.
Materi yang disampaikan meliputi, Tuberkulosis atau penyakit TBC dengan ciri ciri batuk lebih dari dua minggu, demam, berkeringat pada malam hari, berat badan turun tanpa sebab, nyeri pada dada. Kemudian, Human Imonue Virus atau lebih dikenal HIV bisa menjadi Aids dengan gejala yang timbul sesuai stadium I sampai IV. (*/red).












