Kab. Mentawai

Wujudkan Kemandirian Pangan, Wakil Bupati Jakop Dorong Pertanian Jagung untuk Ekonomi Rakyat Mentawai

248
×

Wujudkan Kemandirian Pangan, Wakil Bupati Jakop Dorong Pertanian Jagung untuk Ekonomi Rakyat Mentawai

Sebarkan artikel ini
Jagung
Wujudkan Kemandirian Pangan, Wakil Bupati Jakop Dorong Pertanian Jagung untuk Ekonomi Rakyat Mentawai

MENTAWAI, ONtime.ID — Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong kemandirian ekonomi lokal, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai resmi menggerakkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor utama dalam program budidaya jagung.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk berkontribusi dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam hal pencapaian kemandirian pangan Indonesia.

Program ini diluncurkan secara resmi oleh Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Jakop Saguruk, yang menyatakan bahwa Kabupaten Kepulauan Mentawai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu lumbung jagung terbesar di Sumatera Barat. Potensi ini ditopang oleh luasnya lahan tidur yang belum dimanfaatkan secara optimal serta semangat gotong royong masyarakat desa yang tinggi.

“Kami melihat peluang besar dari banyaknya lahan tidak produktif yang tersebar di berbagai desa di Mentawai. Melalui Koperasi Desa Merah Putih, kami ingin mengorganisasi masyarakat agar bisa mengelola lahan tersebut menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Jakop Saguruk dalam sambutannya saat peresmian program di Kecamatan Sipora Utara.

Penggerak Ekonomi Baru

Koperasi Desa Merah Putih dibentuk sebagai wadah ekonomi kolektif masyarakat desa yang bertujuan untuk memperkuat sektor pertanian melalui pendekatan terpadu. Dalam program ini, koperasi tidak hanya berperan dalam pengorganisasian petani, tetapi juga dalam penyediaan bibit unggul, pupuk, pelatihan teknis, hingga akses ke pasar.

“Koperasi ini kami bentuk agar masyarakat tidak bekerja sendiri-sendiri. Dengan sistem koperasi, keuntungan akan dibagi adil, dan petani kecil punya posisi tawar yang lebih kuat. Pemerintah daerah akan terus memberi dukungan, baik berupa sarana, prasarana, maupun pelatihan,” jelas Saguruk.

Sebagai langkah awal, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Mentawai telah memetakan sekitar 300 hektare lahan tidur di tiga kecamatan yang siap digarap. Budidaya jagung akan dimulai pada musim tanam berikutnya, dengan target produksi awal sebanyak 600 ton jagung pipilan kering dalam satu musim panen.

Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI, yang dilibatkan dalam pengolahan lahan melalui program ketahanan pangan terpadu. Beberapa lembaga keuangan mikro lokal juga menyatakan kesiapan mereka dalam memberikan akses permodalan bagi koperasi dan para petani anggota.

Selaras Dengan Asta Cita Presiden

Gerakan ini dinilai selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita delapan program prioritas pembangunan nasional. Salah satu pilar utamanya adalah pencapaian kemandirian pangan sebagai dasar ketahanan nasional.

“Ketahanan pangan bukan sekadar soal ketersediaan bahan makanan, tapi juga soal kedaulatan dan harga diri bangsa. Oleh karena itu, kami di Mentawai merasa terpanggil untuk menjadi bagian dari solusi nasional. Jika kita bisa swasembada jagung, maka kita juga bisa kurangi ketergantungan impor dan ciptakan lapangan kerja lokal,” tambah Jakop Saguruk.

Menurutnya, jagung dipilih karena merupakan komoditas strategis yang dibutuhkan secara luas, baik untuk konsumsi manusia, pakan ternak, maupun bahan baku industri makanan. Dengan produktivitas yang relatif tinggi dan siklus tanam yang pendek, jagung menjadi pilihan ideal untuk wilayah-wilayah dengan infrastruktur terbatas seperti Kepulauan Mentawai.

Dukungan Berkelanjutan dan Pemberdayaan Petani

Program ini juga menekankan pada aspek pemberdayaan petani secara berkelanjutan. Melalui pelatihan teknik budidaya modern dan pengelolaan hasil panen, para petani diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi mereka. Koperasi juga menjalin kerja sama dengan koperasi tani lain di daratan Sumatera Barat untuk pertukaran pengalaman dan pemasaran hasil produksi.

“Kami ingin memastikan bahwa petani tidak hanya produktif, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Semua ini akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Kepala Dinas Pertanian Mentawai, Derison.

Harapan dan Tantangan

Meski menjanjikan, program ini bukan tanpa tantangan. Infrastruktur yang masih terbatas, seperti akses jalan dan jaringan distribusi, menjadi salah satu kendala utama dalam mengangkut hasil panen dari desa ke pasar. Namun pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan infrastruktur pendukung, termasuk pembangunan gudang penyimpanan dan fasilitas pengering jagung.

Wakil Bupati Saguruk optimistis, jika program ini berhasil di Mentawai, maka akan menjadi contoh nasional bagi daerah-daerah kepulauan lainnya yang menghadapi tantangan serupa.

“Kami bukan hanya ingin dikenal sebagai daerah pariwisata, tapi juga sebagai produsen pangan yang tangguh. Dengan semangat Merah Putih, kami yakin Mentawai bisa menjadi kekuatan baru dalam peta pertanian Indonesia,” tutupnya. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID