Nasional

11 Nyawa Melayang di Tambang Emas Ilegal Bogor, Dedi Mulyadi: Tangkap Aktor Besarnya!

164
×

11 Nyawa Melayang di Tambang Emas Ilegal Bogor, Dedi Mulyadi: Tangkap Aktor Besarnya!

Sebarkan artikel ini
Emas
11 Nyawa Melayang di Tambang Emas Ilegal Bogor, Dedi Mulyadi: Tangkap Aktor Besarnya!

BANDUNG, ONtime.ID — Tragedi maut kembali menampar wajah penegakan hukum di sektor pertambangan. Sebanyak 11 orang tewas akibat menghirup kepulan asap beracun di tambang emas ilegal kawasan PT Aneka Tambang (Antam), Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Insiden ini memicu desakan keras dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar aparat tidak berhenti pada pekerja lapangan, melainkan memburu pihak yang menjadi pengendali dan penikmat keuntungan terbesar.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan membenarkan jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Para korban diketahui masuk ke lubang penambangan emas tanpa izin atau Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

“Kurang lebih berjumlah 11 orang, dan seluruhnya sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujar Rudi.

[irp posts=”33487″ ]

Berdasarkan hasil sementara kepolisian, ke-11 korban meninggal akibat menghirup asap yang mengandung karbon monoksida di dalam lubang tambang. Gas beracun tersebut diduga terakumulasi akibat minimnya sirkulasi udara di lokasi penambangan ilegal.

Rudi menyebut para korban berasal dari tiga kecamatan berbeda, yakni Kecamatan Nanggung, Cigudeg, dan Sukajaya. Selain korban meninggal, polisi juga berhasil menyelamatkan tiga orang lainnya dari lokasi kejadian.

“Iya, meninggal semua. Hari ini kami juga berempati kepada keluarga korban dengan memberikan bantuan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari,” ungkap Rudi.

Meski para korban telah dikebumikan, Kapolda menegaskan bahwa kemungkinan otopsi masih terbuka apabila diperlukan untuk kepentingan penyelidikan lanjutan.

[irp posts=”33484″ ]

“Sementara keluarga langsung memakamkan. Namun jika dalam proses hukum diperlukan tindakan lebih lanjut, termasuk otopsi, itu akan kami lakukan,” tegasnya.

Menanggapi tragedi tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara tegas meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tambang emas ilegal yang merenggut belasan nyawa itu. Dedi menekankan bahwa pekerja lapangan bukanlah pihak yang paling menikmati hasil kejahatan tersebut.

“Pak Kapolda sudah bicara ke saya, buru pelakunya. Pelakunya kan yang nyuruh, yang membeli hasil tambang,” ujar Dedi saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (23/1/2026) malam.

Menurut Dedi, keuntungan terbesar dari aktivitas tambang emas ilegal justru dinikmati oleh pihak yang memerintahkan operasi dan jaringan pembeli hasil tambang, bukan para pekerja yang mempertaruhkan nyawa di dalam lubang tambang.

[irp posts=”33481″ ]

“Mereka yang paling menikmati keuntungan dibanding orang yang melaksanakan tambang ilegalnya,” tegasnya.

Dedi juga mengungkapkan bahwa Kapolda Jawa Barat telah menyampaikan komitmen untuk fokus memburu aktor utama dan bandar di balik praktik tambang emas liar tersebut.

“Pak Kapolda menyampaikan ke saya akan fokus memburu pelaku, bandar dari tambang emas liar,” katanya.

Mantan Bupati Purwakarta itu juga mengaku telah menemui keluarga korban di Gedung Pakuan pada Jumat siang. Dari pertemuan tersebut, terungkap bahwa sebagian korban baru bekerja di tambang ilegal itu sekitar satu bulan.

[irp posts=”33478″ ]

“Secara umum ada yang sudah biasa bekerja, ada juga yang baru sekitar satu bulan,” pungkas Dedi.

Tragedi ini kembali membuka borok lama lemahnya pengawasan dan penindakan terhadap tambang emas ilegal di Jawa Barat. Di tengah janji penegakan hukum, 11 nyawa melayang — meninggalkan pertanyaan besar: sampai kapan aktor utama tambang ilegal dibiarkan bersembunyi di balik korban-korban di lapangan? (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID