Kab. Pesisir Selatan

98 Persen Masyarakat Pessel Punya Jaminan Kesehatan

190
×

98 Persen Masyarakat Pessel Punya Jaminan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Pessel
BUPATI Pessel, Rusma Yul Anwar memberikan sambutan saat Safari Ramadan di Nagari Gurun Panjang Kabuh, Kecamatan Koto XI Tarusan.

PESSEL, ONTIME.ID—Bupati Pesisisr Selatan, Rusma Yul Anwar mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan setidaknya 98 persen masyarakat Pesisir Selatan (Pessel) memilik jaminan layanan kesehatan pada 2024.

Target tersebut sejalan dengan visi-misi yang tertuang dalam RPJMD 2021-2026, yakni fokus terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan masyarakat sejahtera melalui optimalisasi potensi unggulan daerah.

“Nah, salah satu upaya menuju SDM yang berkualitas itu adalah melalui sektor kesehatan,” katanya ketika kegiatan Safari Ramadan di Nagari Gurun Panjang Kabuh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Minggu (2/4) malam.

Ia melanjutkan, Pemkab mengalokasikan Rp38 miliar pada APBD 2023 untuk membayar iuran BPJS 65 ribu jiwa masyarakat kurang mampu. Jumlah itu naik 37 ribu jiwa dari tahun sebelumnya.

Dengan demikian, pada tahun ini tercatat 85 persen dari 516 ribu jiwa total penduduk telah memiliki jaminan kesehatan, atau meningkat dari tahun lalu yang 64 persen atau sebanyak 29 ribu jiwa.

Pemkab kini terus mendata masyarakat kurang mampu yang masih belum memiliki jaminan layanan kesehatan, sehingga target yang telah ditetapkan dalam visi-misi dapat tercapai optimal.  Dalam pendataan prioritas utama adalah kelompok ibu hamil, karena sehat mesti dimulai sejak dalam kandungan, sehingga angka bayi mati lahir atau stunting dapat ditekan sesuai target.

“Meski target hanya 98 persen, kami tetap upayakan 100 persen, karena syarat utama dapat berdaya saing adalah sehat,” ucapnya.

Bupati melanjutkan, selain mencapai target RPJMD, perluasan cakupan jaminan layanan bagi masyarakat adalah guna mendukung program pemerintah pusat yang bertekad mewujudkan Indonesia Emas pada 2045.

Generasi penerus harus mampu mengelola dan berdaulat terhadap besarnya potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki bangsa ini, sehingga tidak menjadi tamu di rumahnya sendiri.

Sedangkan untuk pembangunan fisik gedung lima tahun ke depan fokus pada perbaikan dan penyiapan sarana penunjang peningkatan SDM seperti fasilitas kesehatan dan sekolah.  Kemudian penyediaan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan sebagai pendukung kegiatan ekonomi masyarakat, utamanya di wilayah sentra produksi produk unggulan daerah.

Ketersediaan infrastruktur yang memadai otomatis dapat memangkas biaya produksi, sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing yang kuat dan ikut menambah penghasilan petani.

Arah kebijakan itu berbanding lurus dengan fundamental perekonomian daerah yang hingga kini masih sangat bergantug pada lapangan usaha primer, utamanya sektor pertanian.  “Untuk gedung dan lainnya itu biar generasi penerus nanti yang bikin, sesuai zaman dan kebutuhannya. Tanggung jawab kita adalah menyiapkan SDM-nya,” kata Rusma. (*/vand)