Kab. Mentawai

Bandara Rokot Hembuskan Angin Segar Pariwisata Mentawai

1128
×

Bandara Rokot Hembuskan Angin Segar Pariwisata Mentawai

Sebarkan artikel ini
Bandara
Bandara Rokot Hembuskan Angin Segar Pariwisata Mentawai

MENTAWAI, ONTIME.ID—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan, sebelum akhir tahun, Bandara Rokot, Kabupaten Kepulauan Mentawai sudah bisa beroperasi.

Beroperasinya bandara pengganti Bandara Rokot Sipora itu akan menjadi angin segar bagi sektor pariwisata Sumatera Barat (Sumbar), khususnya Mentawai.

Bagaimana tidak? Bandara Rokot yang baru ini memiliki panjang runway 1.500×30 meter, sehingga dapat dilandasi pesawat yang lebih besar, yaitu ATR 72-600 berkapasitas maksimal 78 penumpang. Sebelumnya, bandara yang lama hanya bisa dilandasi pesawat Cessna Grand Caravan berkapasitas 12 orang, karena hanya memiliki panjang runway 850×23 meter.

Dengan kapasitas pesawat yang meningkat dari 12 menjadi 78 orang per sekali penerbangan, tentunya kehadiran bandara yang baru ini dapat meningkatkan jumlah pengunjung, khususnya wisatawan untuk datang ke Mentawai.

“Selain daerah terluar, Mentawai juga merupakan daerah tujuan wisata dan terkenal dengan ombak yang diburu para penggemar olahraga surfing (selancar). Jadi permintaan penerbangan pun cukup tinggi,” ucap Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi saat mengunjungi Mentawai beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut Menhub berharap agar pemerintah daerah setempat dapat membantu memastikan tingkat keterisian pesawat, misalnya yaitu dengan menyelenggarakan berbagai iven dan melakukan block seat. “Jika minimal ada 56 orang tiap penerbangan dengan ATR, maskapai akan mau terbang,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat kunjungan kerja (kunker) ke Mentawai pada Kamis (24/8) kemarin menyatakan bahwa komunikasi dengan pemerintah pusat, maskapai, dan Pemerintah Australia terus dilakukan agar pesawat jenis ATR bisa segera mendarat saat sertifikat bandara terbit.

“Potensi kepariwisataan di Mentawai sangat besar, sehingga keberadaan Bandara Rokot diyakini akan memberikan dampak sangat baik bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Mentawai. Saat ini, informasi sementaranya tanggal 7 September nanti sertifikasinya selesai,” ucap Mahyeldi.

Potensi besar kepariwisataan Mentawai, kata Gubernur, terbukti dari data perkiraan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bumi Sikerei tersebut, di mana sekitar 350-500 wisman berlabuh di Mentawai dalam sepekan. Dari jumlah tersebut, disebutkan bahwa wisman terbanyak datang dari Australia.

“Oleh sebab itu, kami akan mengintensifkan komunikasi dengan pihak maskapai dan Pemerintah Australia. Agar, jika nanti Bandara Rokot sudah bisa beroperasi, penerbangan dari Australia menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) juga bisa dimulai, dan nanti dari BIM pesawat ATR bisa terbang ke Bandara Rokot,” ucap Mahyeldi.

Terpisah, Penjabat (Pj) Bupati Kepulauan Mentawai, Fernando Jongguran Simanjuntak merasa senang dengan kunjungan dari Menhub untuk bersama-sama mengecek pembangunan bandara baru di Mentawai.

“Kami yakin kehadiran bandara ini bisa mendongkrak tingkat kunjungan ke kepulauan Mentawai, khususnya kedatangan domestik. Harapannya juga bukan saja sektor pariwisata, tapi sektor-sektor lain seperti UMKM, nanti juga akan ikut bertumbuh di kepulauan Mentawai,” tutur Fernando.

Sepanjang 2022, total penumpang dari dan menuju Mentawai melalui jalur udara tercatat sebanyak 1.354 penumpang dengan 219 pergerakan pesawat. Rute perintis ini dilayani oleh operator Susi Air dengan frekuensi penerbangan dua kali dalam seminggu.

Pembangunan bandara baru di Mentawai ini juga dilakukan dalam rangka mitigasi bencana alam yang sering terjadi di wilayah ini. Dengan dapat didarati pesawat yang lebih besar, diharapkan akan semakin mempercepat pemberian bantuan dan evakuasi. (vand)