Kab. Mentawai

Rentan Penyimpangan, Pembelian BBM Subsidi di SPBU Sumber Alam Sejahtera Tuapejat  Diduga Tanpa Barcode

550
×

Rentan Penyimpangan, Pembelian BBM Subsidi di SPBU Sumber Alam Sejahtera Tuapejat  Diduga Tanpa Barcode

Sebarkan artikel ini
BBM
Rentan Penyimpangan, Pembelian BBM Subsidi di SPBU Sumber Alam Sejahtera Tuapejat  Diduga Tanpa Barcode

TUAPEJAT, Ontime.ID – Maraknya praktik mencurigakan dalam distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi terpantau marak di SPBU Sumber Alam Sejahtera, yang berlokasi di KM 2 Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Berdasarkan penelusuran dan kesaksian warga, pembelian BBM bersubsidi di SPBU tersebut diduga kerap dilakukan tanpa penggunaan barcode yang telah diwajibkan oleh Pertamina sehingga memunculkan potensi penyimpangan dalam distribusi BBM subsidi di wilayah tersebut.

Lebih mengkhawatirkan, BBM subsidi jenis solar dan pertalite sering dibeli dalam jumlah besar menggunakan jeriken oleh oknum masyarakat, lalu diduga kuat disalurkan ke sejumlah resort di wilayah pesisir dan pulau-pulau sekitar Tuapejat. Dalam satu hari, diperkirakan puluhan ton BBM subsidi ludes, angka yang dinilai tidak wajar jika mengacu pada kebutuhan warga lokal.

Pantauan di lapangan menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap sistem barcode MyPertamina yang seharusnya menjadi alat kontrol utama dalam penyaluran BBM subsidi. Banyak pembelian dilakukan secara manual tanpa verifikasi digital, sehingga membuka celah besar untuk penyimpangan distribusi.

Dihimpun dari keterangan sejumlah warga, bahwa pembelian BBM jenis Pertalite dan Solar subsidi kerap dilakukan oleh sejumlah konsumen tanpa melalui pemindaian barcode dari aplikasi MyPertamina, yang seharusnya menjadi prosedur wajib dalam sistem pendistribusian BBM subsidi.

“Kami lihat banyak kendaraan yang langsung dilayani tanpa proses pemindaian barcode. Ini jelas menyalahi aturan dan bisa membuka celah penyalahgunaan distribusi BBM subsidi,”.

“BBM tersebut kemudian dijual kembali ke resort-resort dengan harga di atas harga subsidi, memberikan keuntungan besar bagi pelaku, namun merugikan negara dan masyarakat yang seharusnya menjadi penerima utama subsidi energi”, ujar salah satu warga Tuapejat yang enggan disebutkan namanya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kepulauan Mentawai Arsenius S.Pd, MM, mengatakan pihaknya akan menginvestigasi praktik tersebut. “Kami telah menerima laporan terkait dugaan penyelewengan distribusi BBM subsidi. Jika terbukti, akan ada sanksi tegas terhadap SPBU yang bersangkutan dan pelaku-pelakunya,” tegasnya.

Praktik ini menyalahi ketentuan dari PT Pertamina (Persero) dan pemerintah, yang telah menetapkan penggunaan barcode sebagai sistem pengendali agar BBM bersubsidi tepat sasaran. Tanpa kontrol ini, BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah bisa saja disalurkan ke pihak yang tidak berhak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU Sumber Alam Sejahtera. Sementara itu, pihak aparat dan otoritas terkait diharapkan segera turun tangan melakukan investigasi dan penertiban, demi memastikan distribusi subsidi negara berjalan sesuai aturan.

Masyarakat terus mendesak agar pengawasan di SPBU-SPBU di Kepulauan Mentawai, khususnya di Tuapejat, diperketat agar tidak terjadi kebocoran yang merugikan negara dan masyarakat penerima manfaat. (tim)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID