PADANG PARIAMAN, ONtime.ID — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menggelar aksi nyata melalui kegiatan sosial dan gotong royong bersama di SD Negeri 17 Batang Anai, Sabtu (3/1/2026), sekolah yang kembali menjadi korban banjir besar.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA), didampingi jajaran perangkat daerah se-Kabupaten Padang Pariaman serta Tim Penggerak PKK. Fokus utama gotong royong diarahkan pada pembersihan lumpur dan penataan kembali lingkungan sekolah yang rusak akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu.
Bupati JKA menegaskan, SDN 17 Batang Anai merupakan salah satu sekolah yang hampir setiap tahun terdampak banjir. Namun, banjir terakhir dinilainya sebagai yang terparah sepanjang beberapa tahun terakhir.
“Biasanya banjir hanya setinggi 30 sampai 40 sentimeter. Tapi kemarin air mencapai sekitar dua meter. Lumpur masuk ke ruang kelas dan menutup seluruh halaman sekolah,” ujar John Kenedy Azis di sela kegiatan.
Menurutnya, gotong royong ini merupakan langkah darurat untuk memulihkan fungsi sekolah sambil menunggu realisasi relokasi ke lokasi yang lebih aman. Pemerintah daerah, kata dia, telah mengusulkan relokasi SDN 17 Batang Anai ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
“Usulan relokasi sudah kita sampaikan ke Jakarta. Kendala kita sekarang ada pada pengadaan lahan. Sambil menunggu itu, kita tidak boleh diam. Sekolah harus dibersihkan dan diperbaiki agar bisa dipakai kembali,” tegasnya.
Langkah cepat ini juga didorong oleh kebutuhan mendesak dunia pendidikan. Pasalnya, para siswa dijadwalkan kembali masuk sekolah pada Senin, 5 Januari 2026. Pemkab Padang Pariaman berupaya memastikan proses belajar mengajar dapat berjalan normal tanpa hambatan.
“Kita ingin anak-anak kembali belajar dengan nyaman. Jangan sampai semangat mereka terganggu akibat kondisi sekolah. Karena itu, hari ini semua perangkat daerah kita libatkan,” kata Bupati.
Dalam pelaksanaan gotong royong, perangkat daerah membersihkan halaman sekolah dan saluran sekitar secara manual, sementara Tim Penggerak PKK membersihkan ruang-ruang kelas dari sisa lumpur banjir. Meski menggunakan peralatan sederhana, perubahan mulai terlihat setelah kerja bersama dilakukan.
“Alhamdulillah, hasilnya mulai nampak. Halaman sudah lebih bersih, ruang kelas juga mulai layak digunakan. Ini bukti kekuatan kebersamaan,” ujar JKA.
Menutup kegiatan, Bupati John Kenedy Azis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia juga mengajak masyarakat Padang Pariaman, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan, untuk terus memberikan dukungan.
“Mari kita bangkit bersama, lebih cepat dan lebih kuat, menuju Padang Pariaman yang tangguh,” pungkasnya. (*)













