Kriminal

Misteri Kematian Lula Lahfah Makin Menggantung, Polisi Kejar Fakta dari 7 Saksi

279
×

Misteri Kematian Lula Lahfah Makin Menggantung, Polisi Kejar Fakta dari 7 Saksi

Sebarkan artikel ini
Misteri Kematian Lula Lahfah Makin Menggantung, Polisi Kejar Fakta dari 7 Saksi

JAKARTA, ONtime.ID — Kematian mendadak influencer Lula Lahfah terus menyisakan tanda tanya besar di tengah publik. Update terbaru dari kepolisian justru membuka lapisan baru misteri, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah Lula.

Keputusan ini membuat proses pengungkapan penyebab kematian menjadi jauh lebih kompleks.

Meski demikian, aparat kepolisian menegaskan tidak berhenti pada satu jalan buntu. Upaya pengumpulan fakta terus dilakukan, termasuk memeriksa tujuh orang saksi yang memiliki keterkaitan langsung dengan hari-hari terakhir Lula.

[irp posts=”33587″ ]

Para saksi yang dimintai keterangan mencakup lingkaran terdekat korban: asisten pribadi, asisten rumah tangga, sopir pribadi, dokter pribadi, pihak rumah sakit tempat Lula pernah menjalani perawatan, hingga sang kekasih, Reza Arap.

Keterangan paling krusial datang dari asisten rumah tangga bernama Asiah. Ia mengaku mendengar suara erangan kesakitan dari kamar Lula pada Jumat dini hari, 23 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB.

Menurut kepolisian, Lula diketahui pulang ke apartemen sekitar pukul 22.00 WIB dan langsung masuk ke kamar. Namun, saat erangan terdengar, Asiah memilih tidak bertindak karena takut dan menunggu hingga pagi.

Keputusan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian kronologi kematian Lula.

[irp posts=”33580″ ]

Pagi harinya, Lula tidak merespons saat pintu kamar diketuk. Hingga sore, Asiah meminta bantuan petugas keamanan apartemen untuk membuka pintu secara paksa. Permintaan itu sempat tertunda karena prosedur keamanan mengharuskan izin dari pihak keluarga.

Pintu baru berhasil dibuka pada pukul 18.44 WIB. Lula ditemukan tergeletak di lantai kamar, dengan mulut terbuka dan bibir membiru. Pemeriksaan denyut nadi menunjukkan tidak ada tanda kehidupan.

Kabar itu langsung diteruskan kepada asisten pribadi korban, Cindy.

Dokter pribadi Lula segera datang ke lokasi untuk pemeriksaan awal. Setelah itu, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, sekitar pukul 21.20 WIB.

Polisi menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, di lokasi ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI, yang kini juga menjadi bagian dari bahan penyelidikan.

Perhatian publik semakin tertuju pada sosok Reza Arap. Ia dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Senin, namun sempat meminta penundaan. Hingga Selasa dini hari, Reza belum hadir memenuhi panggilan polisi.

Yang mengejutkan, sejumlah saksi menyebut Reza berada di lokasi saat Lula ditemukan meninggal dunia. Kepolisian kini berupaya memastikan waktu kedatangannya ke apartemen korban untuk mencocokkan kronologi.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa semua keterangan masih didalami, termasuk potongan waktu kritis sebelum Lula ditemukan tidak bernyawa.

[irp posts=”33583″ ]

Penolakan autopsi oleh keluarga membuat penyelidikan harus bertumpu pada kesaksian dan bukti non-medis. Di sisi lain, publik menilai transparansi menjadi kunci, mengingat Lula adalah figur publik dengan pengaruh besar.

Satu hal yang jelas: kematian Lula Lahfah belum bisa disebut sebagai akhir dari cerita. Justru, setiap detail baru yang muncul membuat kasus ini semakin menuntut jawaban. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID