Peristiwa

Jalan Nasional Padang – Painan Tetap Kokoh, Satker PJN II Tepis Dugaan Kegagalan Struktur

138
×

Jalan Nasional Padang – Painan Tetap Kokoh, Satker PJN II Tepis Dugaan Kegagalan Struktur

Sebarkan artikel ini
Jalan
Jalan Nasional Padang – Painan Tetap Kokoh, Satker PJN II Tepis Dugaan Kegagalan Struktur

PADANG, ONtime.ID — Di balik liukan aspal yang membelah perbukitan pesisir selatan, ruas jalan nasional Padang–Painan–Kambang menjadi urat nadi vital bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.

Menyikapi berkembangnya pemberitaan terkait penanganan longsoran di jalur tersebut, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II, Masudi, ST., MT, menyampaikan klarifikasi terbuka guna menjaga transparansi publik.

Menurut Masudi, setiap masukan dari masyarakat maupun media menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pembangunan infrastruktur. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemahaman teknis perlu disampaikan secara utuh agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru.

[irp posts=”34820″ ]

Terkait adanya celah yang terlihat di antara pondasi struktur dan tanah dasar, Masudi menjelaskan bahwa kondisi tersebut bukan berasal dari kegagalan konstruksi. Ia menyebutkan bahwa celah tersebut muncul akibat aktivitas penanaman kabel optik oleh pihak lain.

“Celah di belakang pondasi merupakan dampak dari pekerjaan penanaman kabel optik. Proses penimbunan kembali setelah penggalian tidak dilakukan secara optimal,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa hal ini merupakan faktor eksternal dan tidak berkaitan dengan kualitas pekerjaan utama konstruksi.

Lebih lanjut, Masudi memaparkan bahwa pembangunan Dinding Penahan Tebing (DPT) di lokasi tersebut telah melalui tahapan teknis yang ketat dan sesuai standar. Ia merinci beberapa aspek penting dalam proses pengerjaan:

[irp posts=”34817″ ]

  • Material teruji: Seluruh material timbunan telah melalui uji laboratorium dan memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan.

  • Pemadatan optimal: Proses pemadatan dilakukan menggunakan alat khusus dan telah divalidasi melalui uji kepadatan (density test) untuk memastikan kestabilan tanah.

Ia juga memastikan bahwa struktur beton bertulang yang dibangun tidak menunjukkan indikasi kerusakan dini maupun gejala kegagalan struktural.

“Penilaian terhadap kegagalan struktur tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan pengamatan visual. Dibutuhkan pengujian khusus dan analisis oleh tenaga ahli,” tegasnya.

Klarifikasi ini menjadi penegasan bahwa pembangunan infrastruktur nasional dilakukan dengan perencanaan matang dan pengawasan teknis yang ketat. Hingga saat ini, ruas Padang–Painan tetap berfungsi dengan baik, menopang aktivitas masyarakat serta mendukung konektivitas wilayah di pesisir selatan Sumatera Barat.

[irp posts=”34814″ ]

Dengan kondisi yang tetap terjaga, jalur ini terus menjadi penghubung penting yang membawa harapan akan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di daerah. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID