Ekonomi

Harga Asli Pertalite Tembus Rp16 Ribu per Liter, Beban Subsidi Energi Kian Disorot

257
×

Harga Asli Pertalite Tembus Rp16 Ribu per Liter, Beban Subsidi Energi Kian Disorot

Sebarkan artikel ini
Pertalite
Harga Asli Pertalite Tembus Rp16 Ribu per Liter, Beban Subsidi Energi Kian Disorot

JAKARTA, ONtime.ID — Kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi sorotan publik setelah PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM nonsubsidi sejak 18 April 2026.

Di tengah kebijakan tersebut, muncul fakta yang memicu polemik: harga keekonomian Pertalite disebut jauh melampaui harga jual saat ini.

Pertalite yang selama ini dijual Rp10.000 per liter ternyata memiliki harga dasar yang diperkirakan mencapai Rp16.088 per liter. Informasi ini mencuat setelah beredarnya struk pembelian yang viral di media sosial, memperlihatkan besaran harga tanpa subsidi. Dengan demikian, pemerintah menanggung selisih subsidi sekitar Rp6.088 per liter.

[irp posts=”35528″ ]

Kondisi ini menimbulkan ironi di tengah masyarakat. BBM dengan nilai oktan lebih rendah, yakni RON 90, justru memiliki harga dasar lebih tinggi dibandingkan Pertamax (RON 92) yang saat ini dijual Rp12.300 per liter. Perbandingan ini memicu pertanyaan publik terkait struktur harga dan mekanisme subsidi energi yang berlaku.

Sejumlah kalangan menilai, selisih yang semakin lebar mencerminkan besarnya beban subsidi yang harus ditanggung negara. Sebelumnya, harga keekonomian Pertalite disebut berada di kisaran Rp10.449 per liter, relatif dekat dengan harga jual. Lonjakan selisih saat ini dinilai menunjukkan tekanan yang semakin besar pada anggaran energi nasional.

Di sisi lain, pemerintah dinilai masih berupaya menjaga stabilitas sosial dengan menahan harga BBM bersubsidi. Kebijakan ini dianggap penting untuk melindungi daya beli masyarakat, terutama di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Sementara itu, penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh Pertamina terpantau signifikan. Pertamax Turbo (RON 98) melonjak dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. Kenaikan tajam juga terjadi pada Dexlite yang kini mencapai Rp23.600 per liter dari sebelumnya Rp14.200, serta Pertamina Dex yang naik menjadi Rp23.900 per liter dari Rp14.500.

[irp posts=”35525″ ]

Di tengah kenaikan tersebut, harga Pertamax (RON 92) masih bertahan di level Rp12.300 per liter. Adapun BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan, dengan Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Berikut rincian harga BBM Pertamina di wilayah Jakarta:

  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Solar subsidi: Rp6.800 per liter
  • Pertamax: Rp12.300 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp19.400 per liter
  • Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
  • Dexlite: Rp23.600 per liter
  • Pertamina Dex: Rp23.900 per liter

Perbedaan mencolok antara harga jual dan harga keekonomian Pertalite kini menjadi perhatian serius, tidak hanya dari masyarakat, tetapi juga para pengamat kebijakan energi. Transparansi dan keberlanjutan subsidi diperkirakan akan menjadi isu krusial dalam waktu dekat. (*)

[irp posts=”35518″ ]

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID