SIPORA, ONtime.ID — Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hukum Polsek Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, menyebabkan luapan air merendam akses jalan utama penghubung Tuapejat–Sioban, Jumat (08/05/2026).
Kondisi ini memaksa aparat kepolisian turun langsung ke lapangan guna memastikan keselamatan warga dan mencegah risiko lebih besar akibat cuaca ekstrem.
Sejak pagi, personel Bhabinkamtibmas bersama Kanit Binmas Polsek Sipora diterjunkan ke Dusun Solainan, Desa Saurainu, lokasi yang terdampak cukup parah akibat meningkatnya debit air. Jalan utama yang selama ini menjadi jalur vital masyarakat dilaporkan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat karena genangan air menutup badan jalan.
[irp posts=”35953″ ]
Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Rory Ratno A. melalui Kapolsek Sipora, AKP Herlina, menyatakan pihaknya bergerak cepat melakukan pemantauan langsung begitu menerima laporan dari masyarakat terkait luapan air di kawasan tersebut.
“Bhabinkamtibmas telah berada di lokasi sejak pukul 10.00 WIB untuk memantau dampak luapan air yang menutup akses jalan penghubung Tuapejat–Sioban. Saat ini jalan tidak bisa dilalui karena ketinggian air cukup signifikan,” ujar AKP Herlina.
Tak hanya fokus pada akses transportasi, aparat kepolisian juga melakukan penyisiran ke kawasan permukiman warga untuk memastikan tidak ada rumah yang terdampak langsung maupun ancaman terhadap keselamatan masyarakat. Hingga siang hari, kondisi pemukiman dilaporkan masih aman dan belum terendam banjir.
Meski demikian, situasi cuaca yang masih berpotensi berubah membuat aparat tetap meningkatkan kewaspadaan. Polsek Sipora memastikan monitoring dilakukan secara berkelanjutan guna mengantisipasi kemungkinan naiknya debit air apabila hujan kembali mengguyur wilayah tersebut.
[irp posts=”35949″ ]
AKP Herlina juga mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melintas di jalur yang tergenang serta tetap berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar lokasi banjir.
“Kami terus bersiaga di lapangan untuk memantau perkembangan situasi dan memberikan arahan kepada masyarakat maupun pengguna jalan agar terhindar dari bahaya,” tegasnya.
Kondisi ini kembali menjadi peringatan serius terhadap kerentanan sejumlah akses vital di wilayah Kepulauan Mentawai saat cuaca ekstrem melanda. Jika hujan terus berlanjut tanpa penanganan cepat terhadap titik rawan banjir, aktivitas masyarakat dan mobilitas antarwilayah dikhawatirkan akan semakin terganggu. (Fais)













