PADANG PARIAMAN, ONtime.ID — Aksi perusakan baliho milik calon Wali Nagari Sungai Buluh Selatan nomor urut 2, Rafcher Koto, kembali terjadi. Kali ini, baliho yang terpasang di kawasan Blok E Perumahan Palapa Saiyo menjadi sasaran tangan-tangan tak bertanggung jawab yang diduga dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK).
Insiden tersebut menambah daftar panjang dugaan tindakan intimidatif dalam dinamika pemilihan wali nagari di Sungai Buluh Selatan. Perusakan alat peraga kampanye itu dinilai bukan sekadar aksi iseng atau vandalisme biasa, melainkan bentuk serangan terhadap proses demokrasi yang seharusnya dijalankan secara sehat dan bermartabat.
Warga sekitar menyebut baliho tersebut sebelumnya terpasang dalam kondisi baik, namun belakangan ditemukan mengalami kerusakan. Hingga kini belum diketahui siapa pelaku maupun motif pasti di balik aksi tersebut.
[irp posts=”36353″ ]
Peristiwa ini memunculkan sorotan tajam terhadap praktik politik yang dinilai mulai kehilangan etika. Di tengah semangat adu gagasan dan program untuk membangun nagari, masih ada pihak-pihak yang memilih bermain di ruang gelap dengan cara merusak atribut lawan politik.
“Kalau memang punya kekuatan dan dukungan, seharusnya bertarung secara terbuka dengan program, bukan justru merusak baliho secara sembunyi-sembunyi. Cara-cara seperti ini hanya menunjukkan kepanikan dan ketidakdewasaan dalam berpolitik,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Aksi perusakan tersebut juga memantik kekhawatiran masyarakat terhadap potensi meningkatnya tensi politik menjelang pemilihan wali nagari. Warga berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menjaga situasi tetap kondusif tanpa mencederai nilai demokrasi dengan tindakan intimidatif.
[irp posts=”36348″ ]
Di sisi lain, masyarakat meminta aparat terkait tidak menganggap remeh kejadian tersebut. Meski hanya berupa perusakan baliho, tindakan itu dinilai dapat menjadi pemicu konflik yang lebih besar apabila dibiarkan tanpa penanganan serius.
“Jangan sampai praktik-praktik seperti ini dianggap biasa. Hari ini baliho dirusak, besok bisa saja intimidasi terhadap pendukung atau masyarakat yang berbeda pilihan,” kata warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang bertanggung jawab atas aksi perusakan tersebut. Masyarakat pun mendesak agar pelaku segera diungkap untuk mencegah munculnya spekulasi liar yang dapat memperkeruh suasana politik di Sungai Buluh Selatan.
[irp posts=”36344″ ]
Peristiwa ini sekaligus menjadi ujian bagi kedewasaan demokrasi di tingkat nagari. Ketika ruang kompetisi politik mulai diwarnai tindakan destruktif dan aksi sembunyi tangan, publik berhak mempertanyakan: apakah sebagian pihak memang siap bertarung secara sehat, atau justru memilih menang dengan cara-cara yang mencederai demokrasi itu sendiri. (*)













