PADANGPARIAMAN, ONTIME.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Ade Rizki Pratama mengajak seluruh pihak bersatu padu dalam penanganan stunting di Sumbar.
Hal ini disampaikan saat Sosialisasi Advokasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Penanganan Stunting Bersama Mitra Kerja di Padang Pariaman, Senin (19/9).
“Untuk mengatasi stunting ini diperlukan kerja sama seluruh lapisan masyarakat,” kata Ade Rizki saat menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat di Padang Pariaman.
Ia mengatakan banyak penyebab terjadinya stunting pada anak. Tidak saja karena disebabkan nikah muda, namun juga memiliki anak yang banyak dan berdekatan serta lingkungan yang kumuh yang dapat berpangaruh pada gizi anak.
Menurutnya permasalahan tersebut bisa diatasi bersama-bersama dengan mengelompokkan penyebab stunting pada anak untuk dilakukan dilaksanakan intervensi.
“Pemerintah, DPRD, pemerintah daerah, camat, nagari dan masyarakat harus bersatu untuk memberantas ini,” katanya.
Pada kesempatan itu ia mengapresiasi kader posyandu, bidan desa, dan Puskesmas yang terus memantau kesehatan ibu hamil dan anak serta pihak lainnya yang selama ini berjibaku membantu penanganan stunting di daerah.
Ia berharap dengan upaya yang dilakukan maka ke depan negara ini bebas dari stunting karena dapat mempengaruhi majunya bangsa ini.
Sementara itu, Kepala BKKBN Sumbar, Fatmawati mengatakan angka stunting Padang Pariaman saat ini 28,3 persen, posisi ini di bawah angka prevalensi kasus stunting di Sumatera Barat, yaitu 23,3 persen untuk menurunkan angka ini perlu dilakukan supaya pencegahan oleh semua pihak.
Karena, berdasarkan intruksi presiden bahwa pada tahun 2024, angka prevalensi stunting harus menyentuh angka 14 persen.
“Stunting adalah gagal tumbuh dan kembang anak yang akan berdampak juga kepada perkembangan otak sang anak,” kata Kepala BKKBN Sumbar, Fatmawati.
Pemerintah, kata dia, saat ini sangat serius dalam pengatasan stunting untuk menghadapi bonus demografi yang akan dialami oleh Indonesia, dimana pada saat itu jumlah penduduk yang produktif akan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah yang tidak produktif.













