BeritaNasional

750 Dokter Gugur Akibat Covid-19

232
×

750 Dokter Gugur Akibat Covid-19

Sebarkan artikel ini
gugur

JAKARTA, ONTIME.ID— Jumlah dokter yang telah gugur akibat ikut tertular Covid-19 selama dua tahun pandemi sudah mencapai 750 orang.

Namun angka kematian tenaga kesehatan dalam penanganan wabah virus corona mengalami penurunan, termasuk di tengah penyebaran varian Omicron.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan ada 750 dokter yang gugur akibat terpapar virus corona sepanjang pandemi melanda Indonesia sampai saat ini. Ia menyampaikan belasungkawa dan turut berduka atas kepergian para nakes saat berjuang mengendalikan pandemi.

“Ribuan tenaga kesehatan Indonesia kehilangan nyawa akibat terpapar Covid-19 sejak Maret 2020. Ucapan terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada seluruh dokter dan tenaga kesehatan Indonesia, serta kepada keluarga para pahlawan Covid-19.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, membalas pengorbanan mereka dengan kebaikan di dunia dan di akhirat,” kata Ma’ruf dikutip dari wapresri.go.id Jumat (18/3).

Ma’ruf mengatakan dokter dan tenaga kesehatan Indonesia itu gugur ketika tengah berjuang untuk menyelamatkan jiwa orang lebih banyak. Baginya, semua tenaga kesehatan yang gugur merupakan pahlawan bangsa.

Ia teringat saat berdialog dengan salah seorang keluarga tenaga kesehatan yang gugur karena Covid-19 di Bandung beberapa waktu lalu. Ma’ruf mengaku merasakan duka cita dan kehilangan yang sangat mendalam.

“Namun di tengah tekanan dan kesedihan, kita tidak menyerah, kita terus bahu-membahu untuk menghadapi tantangan dan berusaha pulih sebagai bangsa yang lebih kuat,” katanya.

Ma’ruf pun mendukung Monumen Pengabdian Dokter Indonesia yang didirikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar bisa menjadi pengingat bahwa Indonesia pernah melewati sebuah ujian yang amat berat. Monumen berbentuk nyala api ini diletakkan pada halaman Rumah Besar Dokter Indonesia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Nyala api dianggap simbol bagi pengabdian para pejuang Covid-19.

“Saya juga berharap,monumen ini akan membangkitkan spirit pengabdian dan perjuangan kita demi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai,” kata dia.

Data Tim Mitigasi IDI mencatat angka kematian Covid-19 terhadap tenaga medis pada 2020 tercatat sebanyak 252 orang. Tahun 2021, jumlah kematian meningkat mencapai 495 orang Di 2022, tercatat empat dokter meninggal. Dari 751 dokter yang meninggal, 397 merupakan dokter umum, 346 dokter spesialis, dan delapan dokter residen. Paling banyak dari Jawa Timur sebanyak 169 kematian, disusul Jawa Barat 118 kematian, Jawa Tengah sebanyak 106 kematian, dan DKI Jakarta sebanyak 97 kematian.

Hal senada juga disampaikan oleh  Ketua Pengurus Besar IDI Daeng M Faqih, bahwa 751 dokter meninggal dunia karena Covid-19 selama pandemi, yang sudah berlangsung dua tahun lebih. “Tenaga medis yang terlibat dalam penanganan COVID-19 banyak sekali, di Wisma Atlet teman-teman emergency lebih dari tiga ribu orang, yang lain di masing-masing wilayah,” katanya.

Ia menyatakan, maksud monumen ini untuk mengapresiasi, ucapan kepada para pejuang dokter Covid-19. “Kita ingin mengabadikan semangat, spirit mereka, supaya bisa mengilhami dokter kita agar tetap ingat mengabdi kepada masyarakat,” katanya.

Guna menekan angka kematian dokter pada masa pandemi, ia mengatakan, Pengurus Besar IDI antara lain membuat pedoman keamanan dalam penyelenggaraan pelayanan pasien. Terutama terkait upaya pencegahan penularan.

Selain membuat buku pedoman, kata Daeng, Satuan Tugas Pengurus Besar IDI berkoordinasi dengan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan alat pelindung diri bagi dokter yang bertugas serta mengupayakan tenaga kesehatan diprioritaskan dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Daeng mengatakan bahwa langkah-langkah yang dijalankan sudah dapat menurunkan angka kematian akibat COVID-19 di kalangan dokter dan tenaga kesehatan.”Buktinya pada masa penularan Omicron ini angka kematian dokter berkurang,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi berdirinya monumen pengabdian dokter yang diinisiasi oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dokter, kata Budi, memiliki peran besar dalam perjalanan pandemi Covid-19 hingga saat ini.

“Saya berterima kasih yang setinggi-tingginya, dan apresiasi yang sebesar sebesarnya atas pengabdian dan perjuangan 751 dokter yang gugur dalam tugas. Mereka adalah pahlawan kesehatan Indonesia,” katanya.

Melalui monumen perjuangan dokter Indonesia ini kata Budi, semua pihak dapat mengenang para dokter yang gugur. “Mari terus berjuang, tulus bekerja, untuk menjadi pahlawan bagi keluarga, pahlawan bagi sesama, pahlawan bagi bangsa dan negara,” ujarnya lagi. (/red)