Kab. Padang Pariaman

Ahli Geologi Tinjau ODCB di Surantiah

334
×

Ahli Geologi Tinjau ODCB di Surantiah

Sebarkan artikel ini
Geologi
Tim Geologi dan Ahli Fakultas Ilmu Budaya Unand meninjau lokasi temuan Objek Dugaan Cagar Budaya di Nagari Surantiah beberapa waktu lalu.

PADANG PARIAMAN, ONTIME.ID–Ahli Geologi Ade Edward telah meninjau penemuan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) berupa Columnar Joint di kawasan Perbukitan Babang Nagari Surantiah Kec. Lubuk Alung Padang Pariaman.

 

Dikatakannya Columnar Joint tidak menunjukkan adanya tanda indikasi adanya perlakuan manusia sebagai aktifitas perikehidupan dan kebudayaan manusia sebelum memanfaatkan batuan ini sebagai lokasi pertambangan.

 

Ade telah merekomendasikan temuan ini kepada pihak terkait berupa perlu upaya persiapan reklamasi dengan melakukan penambangan yang diselaraskan dengan upaya pembersihan dan pengamanan tebing batuan yang akan ditinggalkan dalam keadaan baik sesuai standar stabilitas lereng.

 

“Penambangan dapat dilanjutkan dengan penambangan ke arah bawah dengan menurunkan elevasi Front Penambangan secara berjenjang untuk menjaga stabilitas lereng,” ujarnya, Selasa (2/1).

 

Kemudian kata ia, dalam mengembangkan potensi geoheritage dan culter heritage Kawasan Columnar Joint Surantiah yang pelamparannya cukup luas yang mungkin terdapat di sekitar wilayah di luar Kawasan Pertambangan IUP Azman diharapkan dapat dilakukan penelitian geologi dan arkeologi yang lebih mendalam.

 

Sebelumnya lokasi tempat penemuan ODCB tersebut telah dilarang melakukan aktivitas pertambangan oleh dinas terkait. Namun sudah diperbolehkan lagi dengan berbagai pertimbangan.

 

Ia menambahkan pertambangan batu andesit IUP Azman itu, disusun oleh Batuan Andesit Basaltik yang telah mengalami pelapukan mengulit bawang (Spheroidal Weathering) tersusun dengan struktur kekar kolom dari aliran Lava yang diduga sebagai sebagai dari Lava Dome.

 

Lebih jauh, batu tersebut terdiri dari tiga bagian, kekar kolom aliran Lava lateral flow secara utuh berupa struktur Upper Colonnade di bagian atas, Entablatur di bagian tengah, dan Lower Colonnade di bagian bawah.

 

“Batuan beku Andesit Basaltik telah mengalami pelapukan mengulit bawang yang meninggalkan bekas guratan horizontal striations/ chisel mark dan nodul lekukan lekukan garis dan cekungan,” ujarnya.

 

Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Provinsi Sumatera Barat mengatakan lokasi IUP yang sebelumnya dilarang untuk melakukan aktivitas galian C sudah diperbolehkan lagi.

 

“Untuk lokasi yang ada potensi batu columnar joint sekitar 3,5 Ha tidak dibolehkan untuk ditambang, tapi daerah lain dalam wilayah IUP masih boleh,” Kata Herry Martinus. (vand)