Internasional

106 Jurnalis di Gaza Tewas Akibat Serangan Israel

216
×

106 Jurnalis di Gaza Tewas Akibat Serangan Israel

Sebarkan artikel ini
Jurnalis
106 Jurnalis di Gaza Tewas Akibat Serangan Israel

GAZA, ONTIME.ID- Tentara Israel dikabarkan telah membunuh 106 jurnalis di Gaza Palestina sejak serangan pertama pada 7 Oktober 2023.

Teranyar tewas dalam serangan Israel terhadap pengungsi di Kamp Nuseirat, Gaza tengah, korban tewas terindikasi sebagai jurnalis TV Al-Quds.

“Dalam pernyataan sebelumnya, disebutkan bahwa Israel sengaja membunuh jurnalis di Gaza untuk membungkam narasi Palestina,” dilansir dari Al Jazeera Minggu (31/12).

Dikatakan, Israel ingin menyembunyikan kebenaran yang disampaikan para jurnalis. Pembunuhan itu juga diklaim demi mencegah berita dan informasi meluas ke ranah internasional.

Sebelumnya, Al Jazeera Media Network mengungkapkan operator kamera Samer Abudaqa tewas akibat serangan udara Israel pada Jumat (15/12). Mereka lantas meminta pertanggungjawaban Israel atas kejadian nahas terhadap awak media.

“The Network ini meminta pertanggungjawaban Israel atas penargetan dan pembunuhan secara sistematis terhadap jurnalis Al Jazeera dan keluarganya,” demikian pernyataan tersebut,” tulis Al Jazeera.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keinginannya mengontrol zona perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir. Netanyahu juga memperkirakan perang di wilayah Palestina itu masih akan berlangsung berbulan-bulan.

Saat ini, agresi Israel di Gaza memasuki Minggu ke-13. Dalam konferensi pers, Netanyahu memperbarui janjinya untuk memusnahkan Hamas dan memulangkan semua warga Israel yang disandera di Gaza.

“Titik penghentian di selatan (Gaza), harus berada di tangan kami. Itu harus ditutup. Jelas bahwa pengaturan lain apa pun tidak akan menjamin demiliterisasi yang kami inginkan,” ujar Netanyahu.

Pemerintah Israel mengatakan pihaknya bermaksud menghancurkan Hamas di Gaza dan mendemiliterisasi wilayah itu untuk mencegah terulangnya pembunuhan dan penculikan lintas batas yang terjadi pada 7 Oktober 2023, yang dilakukan oleh kelompok militan Palestina tersebut.

“Perang sedang mencapai puncaknya. Kami berjuang di semua lini. Meraih kemenangan memang membutuhkan waktu. Seperti yang dikatakan oleh kepala staf (tentara Israel), perang akan berlanjut selama beberapa bulan lagi,” kata Netanyahu.

Dia juga menambahkan ancaman langka untuk menyerang Iran secara langsung atas baku tembak yang terjadi hampir setiap hari di perbatasan Israel-Lebanon.

“Jika Hizbullah (kelompok bersenjata Lebanon yang didukung Iran) memperluas peperangan, mereka akan mengalami pukulan yang tidak pernah mereka bayangkan, dan begitu pula Iran,” ucap Netanyahu.

Perang tersebut telah memicu kekhawatiran akan terjadinya konflik regional di tengah meningkatnya ketegangan dengan kelompok-kelompok lain yang bersekutu dengan Iran di Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman.

Bombardir Israel lewat serangan udara dan darat dilakukan secara brutal di Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 21.672 orang, di mana sebagian besar korbannya adalah perempuan dan anak-anak. Ribuan manusia lainnya juga masih terkubur di bawah reruntuhan. (vand)