LAMONGAN, ONtime.ID — Tragedi keluarga berdarah mengguncang Desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Seorang pria lanjut usia diduga membunuh anak kandung sekaligus anak tunggalnya sendiri, dalam peristiwa yang terjadi pada Jumat pagi, 23 Januari 2026.
Korban diketahui berinisial SU (56), seorang guru, sementara terduga pelaku adalah SA (77), ayah kandung korban. Kasus ini kini ditangani intensif aparat kepolisian karena menyisakan tanda tanya besar terkait motif di balik aksi brutal tersebut.
[irp posts=”33402″ ]
Kapolsek Sukodadi Iptu M. Sokep mengungkapkan, pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 06.30 WIB. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh istri korban sepulang berbelanja dari pasar.
“Setibanya di rumah, istri korban melihat korban dalam posisi tidur di kursi ruang tengah dengan kepala tertutup bantal,” ujar Sokep saat dikonfirmasi, Jumat.
Merasa ada kejanggalan, istri korban kemudian membuka bantal yang menutupi kepala suaminya. Saat itulah ia mendapati kondisi korban telah berlumuran darah. Panik, ia langsung meminta pertolongan kepada tetangga yang rumahnya bersebelahan.
Hasil pemeriksaan awal polisi menunjukkan korban mengalami luka berat di bagian kepala, yang diduga akibat hantaman tabung elpiji 3 kilogram.
“Setelah dicek, korban mengalami luka di kepala akibat benda tumpul, yakni tabung elpiji,” jelas Sokep.
Pelaku Diamankan, Motif Masih Misterius
Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke kepolisian. Tidak berselang lama, petugas mengamankan SA, yang diduga kuat sebagai pelaku.
Korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Soegiri Lamongan untuk kepentingan medis sekaligus penyelidikan lanjutan. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
“Terduga pelaku sudah kami limpahkan ke Satuan Reserse Kriminal Polres Lamongan untuk penanganan lebih lanjut,” kata Sokep.
Polisi mengonfirmasi bahwa hubungan pelaku dan korban adalah ayah dan anak kandung, bahkan korban merupakan anak tunggal dalam keluarga tersebut—fakta yang membuat peristiwa ini semakin mengundang keprihatinan publik.
Polisi Dalami Latar Belakang Peristiwa
Hingga kini, motif pembunuhan masih didalami. Sejumlah barang bukti telah diamankan dari lokasi kejadian untuk kepentingan penyidikan. Polisi juga akan memeriksa kondisi psikologis dan latar belakang hubungan keluarga antara pelaku dan korban.
[irp posts=”33397″ ]
Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa kekerasan dalam lingkup keluarga bisa meledak tanpa tanda, bahkan di lingkungan yang selama ini dikenal tenang. Aparat memastikan proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan. (*)













